Menurut dia, peningkatan harga cabai yang diperoleh dari pihak distributor itu mulai bergerak naik pada awal Maret 2021, dengan alasan persediaan berkurang.
Hal senada dikemukakan pedagang lainnya Rosmawati di Pasar Pannampu, Makassar.
Dia mengatakan, kurangnya persediaan cabai yang dibawa pedagang pengumpul, karena alasannya cabai di tingkat petani berkurang akibat musim hujan.
"Karena itu, kalau biasanya saya mampu membeli satu karung kecil cabai, kini hanya bisa membeli sepertiga karung dari ukuran 25 kilogram saja," katanya.
Menanggapi tingginya harga cabai di pasaran, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Budi Hanoto mengakui jika harga cabai dapat menjadi pemicu inflasi di Sulawesi Selatan.
Kendati pergerakan inflasi pada Januari - Februari 2021 telah dilansir penyebab inflasi di Sulaesi Selatan adalah kelompok makanan, namun belum sepenuhnya dipicu oleh komoditi cabai.
Operasi pasar murah
Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Provinsi Jakarta memastikan akan menggelar pasar murah cabai untuk mengantisipasi tren naiknya harga komoditas itu di Ibu Kota.
Gelar Pangan Murah, kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Suharini Eliawati, menyasar produk pangan segar seperti beras, cabai merah keriting, cabai rawit merah, telur ayam, bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan minyak goreng.
Baca Juga: Dilema Pedagang Jeruk Nipis di Banyuwangi: Dibuang Sayang, Dijual Tak Laku
"Pelaksanaannya pada 8-30 Maret 2021 di 55 lokasi pasar serta dua Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Klender dan TTIC Pasar Minggu," katanya.
Dia menyebut, khusus harga cabai saat ini masih tinggi yakni sekitar Rp122.438 per kilogram dan sekitar Rp58.228 per kilogram.
"Harga GPM pasti jauh dari harga pasar. Kualitas baik dan murah. Untuk harga cabe rawit merah dijual Rp75.000 per kilogram, cabai merah keriting dijual Rp50.000 per kilogram," katanya.
Pelaksanaan GPM juga menjual pangan lain yaitu:
1). Beras 5 kilogram= Rp44.000
2). Bawang merah Rp25.000 per kilogram
3). Bawang Putih Rp19.500 per kilogram
4). Gula Pasir Rp12.000 per kilogram
5). Telur Ayam Rp22.500 per kilogram
6). Minyak Goreng Rp11.500/900 ml
"GPM ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah terjangkau dengan kualitas baik, GPM juga merupakan bagian dari upaya penstabilan harga pangan. Diperkirakan selesai GPM harga cabai di Jakarta sudah berangsur turun normal kembali," katanya.
Untuk itu, tambah dia, masyarakat Jakarta tidak perlu panik karena Pemprov DKI Jakarta akan menjamin kecukupan/ketersediaan pangan bagi Jakarta.
Sebagai gambaran stok pangan penting Jakarta dalam menghadapi Ramadhan, adalah: beras ketersediaannya 360.979 ton kebutuhan dan untuk satu bulan ke depan hanya perlu 103.833 ton.
Daging sapi beku ketersediaan 7.595 ton, kebutuhan satu bulan ke depan 5.609 ton
Gula pasir ketersediaan 21.751 ton, kebutuhan satu bulan ke depan 6.309 ton
Bawang Putih ketersediaan 1.722 ton, kebutuhan satu bulan ke depan 1.522 ton
Bawang merah ketersediaan 2.500 ton, kebutuhan satu bulan ke depan 2.441 ton
Minyak goreng ketersediaan 7.977 ton, kebutuhan satu bulan ke depan 7.840 ton
"Terkait penyediaan pangan maka pemerintah Jakarta akan mengoptimalkan peran BUMD pangan dalam penyediaan pangan Jakarta dan BUMD harus menguasai stok pangan untuk jaminannya selain pemberdayaan para pelaku usaha pangan swasta yang menjadi mitra," tuturnya.
Berita Terkait
-
Kisah Desa Kemiren Banyuwangi Mendunia Berkat Komitmen Jaga Budaya Lokal
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup