Suara.com - Amerika Serikat telah menawarkan bantuan kepada Mesir untuk membantu membebaskan kapal kargo raksasa yang terjebak di Terusan Suez.
"Sebagai bagian dari dialog diplomatik aktif kami dengan Mesir, kami telah menawarkan bantuan AS kepada otoritas Mesir untuk membantu membuka kembali kanal tersebut," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki, disadur dari The Hill, Sabtu (27/3/2021).
"Kami berkonsultasi dengan mitra Mesir kami tentang bagaimana kami dapat mendukung upaya tersebut," kata Jen Psaki pada pengarahan Jumat sore.
Gedung Putih juga menjelaskan jika "Pembicaraan itu sedang berlangsung." mengenai rencana AS untuk membantu membebaskan kapal yang membuat Terusan Suez macet.
Psaki tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang bantuan apa yang ditawarkan. CNN melaporkan bahwa Angkatan Laut AS sedang bersiap untuk mengirim bagaimana cara membebaskan kapal tersebut.
"Kami telah menawarkan, dan siap membantu Mesir, dan akan mendukung setiap permintaan khusus yang kami terima," kata juru bicara Pentagon Komandan Jessica L McNulty dalam sebuah pernyataan.
"Kami terus memantau dan menilai situasinya, tetapi tidak memiliki apa pun untuk diberikan tentang potensi dukungan khusus saat ini." sambungnya.
Sebuah kapal kontainer berbobot 224.000 ton terjebak di Terusan Suez pada hari Selasa dan hingga kini upaya untuk membebaskannya masih terus berlangsung.
Gedung Putih prihatin dengan potensi dampak penyumbatan pada pasar energi, kata Psaki kepada wartawan, mencatat bahwa Gedung Putih sedang melacak situasi dengan cermat.
"Itulah salah satu alasan kami menawarkan bantuan dari Amerika Serikat," kata Psaki. "Kami akan terus memantau kondisi pasar dan merespons dengan tepat jika perlu."
Baca Juga: Perempuan Asia Jadi Korban Kejahatan Rasial di AS, Dikencingi di Kereta
Terusan Suez adalah jalur utama perdagangan global, menghubungkan Laut Mediterania ke Laut Merah dan menyediakan rute maritim terpendek antara Asia dan Eropa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat