Suara.com - Indonesia kembali digemparkan oleh kabar meledaknya bom di gereja Katedral Makasar. Tentu saja, masyarakat Indonesia mungkin sudah tak asing dengan kejadian seperti ini.
Namun, hal ini dirasa sebagai satu keteledoran yang terjadi dan cukup meresahkan. Jika dilihat kebelakang, kejadian bom di gereja memang bukan yang pertama kali terjadi.
Serangkaian kejadian lain dalam beberapa waktu terakhir rasanya masih segar dalam ingatan masyarakat. Berikut rentetan sejarah insiden bom di gereja yang telah dirangkum Suara.com, Minggu (28/3/2021).
1. Bom Gereja Katedral Makassar
Ledakan bom bunuh diri yang terjadi beberapa saat yang lalu ini kembali menyita perhatian publik, bahwa gerakan terorisme masih aktif dan melakukan kegiatan di Indonesia.
Ditengarai pelaku merupakan bagian dari jaringan terorisme lama yang masih ada di wilayah tersebut.
Hingga saat berita ini ditulis, korban jiwa yang tercatat adalah pelaku, sementara jemaat gereja Katedral sendiri terdapat beberapa orang yang mengalami luka-luka.
2. Bom Gereja Surabaya, Tahun 2018
Pada tahun 2018, Surabaya digemparkan oleh rentetan teror bom yang terjadi di tiga gereja sekaligus. Gereja-gereja tersebut adalah Gereja Santa Maria, GKI Jalan Diponegoro, dan GPPS Jalan Aruna Surabaya. Setidaknya tercatat 10 korban jiwa atas kejadian tersebut, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah Minta Polisi Tangkap Aktor Intelektual Bom Makassar
3. Bom Di Gereja Oikumene, Samarinda, 2016
Kejadian ini terjadi di Gereja Oikumene, jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Samarinda pada tanggal 16 November 2016 silam. Meski bukan merupakan bom standar yang biasa digunakan, namun pelaku melemparkan bom molotov dan meledak sebanyak tiga kali secara bergantian. Bom molotov ini melukai empat anak-anak yang merupakan jemaat gereja tersebut. Untuk pelakunya sendiri merupakan tersangka kasus teror bomb buku yang pernah terjadi di Tangerang Selatan tahun 2011.
4. Bom Di Gereja Bethel, Semarang, 2011
Keempat, teror bom juga pernah terjadi di Gereja Bethel Tabernakel Kristus Alfa Omega. Bom yang meledak di area parkir gereja ini merupakan bom yang ditempelkan di salah satu mobil di area tersebut. Korban berjumlah dua orang, yang merupakan ibu dan anak yang berada pada radius ledakan bom.
5. Bom Gereja Santa Ana, 2011
Masih pada tahun yang sama, bom juga meledak di Gereja Santa Anna Duren Sawit, dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan Jatiwaringin. Kedua kejadian tersebut terjadi hampir bersamaan, sekitar pukul 07.05 WIB pada tanggal 22 Juli 2011. Pelaku diidentifikasi bernama Noor Misuari dan Asep.
Teror bom di gereja ini agaknya harus menjadi satu perhatian khusus bagi pemerintah dan aparat yang berwenang, karena menjadi indikasi bahwa sel-sel teroris masih aktif dan terus melakukan teror di berbagai daerah.
Semoga rentetan sejarah bom di gereja ini bisa jadi pengingat agar setiap orang selalu waspada dalam melakukan kegiatan. Semoga bangsa Indonesia diberikan kekuatan dan bisa kembali damai dalam keberagaman.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Tag
Berita Terkait
-
Korban Bom Makassar Mengalami Luka Bakar, Jumlah Korban 20 Orang
-
Pasca Bom Bunuh Diri, Prajurit TNI AU Dikerahkan Jaga Bandara Hasanuddin
-
Bom Bunuh Diri, Protokol Penanganan Ekstremisme-Kekerasan Tak Boleh Kendor
-
Polisi: 5 Satpam Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar
-
Bom Bunuh Diri Meledak di Makassar, Fadli Zon Heran Masih Ada Teroris
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT