Suara.com - Seorang kaptain wanita pertama Mesir dituduh sebagai orang yang membuat sebuah kapal kargo raksasa "menyumbat" Terusan Suez pada awal April.
Menyadur BBC News, Senin (5/4/2021) Marwa Elselehdar melihat ada yang aneh pada bulan lalu ketika kapal Ever Given yang menyumbat Terusan Suez, membuat salah satu rute pengiriman utama dunia terhenti.
Ketika Kaptai Marwa memeriksa telepon pintarnya, rumor yang beredar secara online mengatakan dia yang harus disalahkan.
"Saya terkejut," kata Marwa, kapten kapal wanita pertama Mesir.
Pada saat penyumbatan Kapal MV Evergreen kandas, Elselehdar bekerja sebagai rekan pertama, dalam komando Aida IV, ratusan mil jauhnya di Alexandria.
Kapal milik otoritas keamanan maritim Mesir itu menjalankan misi pasokan ke mercusuar di Laut Merah. Ini juga digunakan untuk melatih taruna dari Akademi Arab untuk Sains, Teknologi, dan Transportasi Maritim (AASTMT), universitas regional yang dikelola oleh Liga Arab.
Desas-desus tentang peran Marwa Elselehdar di kapal Ever Given sebagian besar didorong oleh tangkapan layar dari sebuah tajuk berita palsu. Berita palsu itu mengatakan bahwa Marwa Elselehdar terlibat dalam insiden Suez.
Gambar tersebut diduga berasal dari sebuah berita asli yang dipublikasikan oleh Arab News, yang dirilis pada 22 Maret. Berita tersebut berisi tentang kesuksesan Marwa sebagai kapten kapal wanita pertama Mesir.
Foto tersebut telah dibagikan puluhan kali di Twitter dan Facebook. Beberapa akun Twitter atas namanya juga telah menyebarkan berita palsu tersebut yang menyebutkan jika dia terlibat dengan Ever Given.
Baca Juga: Liverpool Masih Pikir-pikir Lepas Mohamed Salah ke Olimpiade Tokyo
Wanita 29 tahun tersebut mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak tahu siapa yang pertama kali menyebarkan berita palsu itu atau mengapa mereka melakukannya.
"Saya merasa bahwa saya mungkin menjadi sasaran mungkin karena saya wanita yang sukses di bidang ini atau karena saya orang Mesir, tetapi saya tidak yakin," katanya dikutip dari BBC News.
Ini bukan pertama kalinya Elselehdar menghadapi kasus serupa dalam industri yang secara historis didominasi oleh pria.
Saat ini, jumlah perempuan yang menjadi pelaut di dunia hanya sekitar 2%, menurut Organisasi Maritim Internasional.
Marwa mengatakan dia selalu menyukai laut, dan terinspirasi untuk bergabung dengan angkatan laut pedagang setelah kakaknya mendaftar di AASTMT.
Meskipun akademi hanya menerima laki-laki pada saat itu, dia tetap melamar dan diberi izin untuk bergabung setelah peninjauan hukum oleh Presiden Mesir saat itu Hosni Mubarak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
-
Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya
-
Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print
-
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
-
PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik
-
PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!
-
Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat
-
DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat
-
Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana