Suara.com - Seekor biawak raksasa dengan panjang nyaris 2 meter masuk ke dalam toko dan membuat pengunjung panik. Menyadur Fox Kamis (08/04), peristiwa ini terjadi di 7-Eleven Nakhon Pathom, Thailand.
Awalnya, biawak besar itu terlihat melantai di sudut toko, namun ketika pengunjung menyadari kehadirannya dan merekam video, biawak mulai gelisah dan memanjat lemari toko.
Narumpa Tangsin, pengunjung toko mengatakan awalnya ia hanya ingin membeli minuman di toko tersebut, tapi kemudian kaget melihat biawak besar di dalamnya.
"Saya ingin membeli minuman tetapi hewan itu terlalu dekat dengan lorong minuman. Mereka adalah hewan yang berbahaya, terutama saat mereka marah," ujarnya.
"Jadi saya tetap tinggal dan merekamnya di ponsel saya. Saya rasa toko itu menjual segalanya, bahkan untuk biawak."
Staf dan pelanggan memilih bersembunyi di balik meja sementara biawak itu merayap naik ke rak dan menghempaskan beberapa karton susu ke tanah.
Seorang asisten toko yang khawatir lalu menelepon polisi. Petugas itu datang setelah jam makan siang dengan pawang reptil dan menjerat binatang ganas itu.
Biawak raksasa itu diduga sedang berjuang mencari makanan di luar sarangnya karena cuaca yang kering berbulan-bulan. Curah hujan yang rendah juga membuat hewan melata ini pergi sedikit lebih jauh dari 'zona nyamannya'.
Biawak air Asia biasanya hidup di kanal dan kolam di kota-kota besar di Thailand. Mereka biasanya memangsa ikan, ular, katak, dan sisa makanan yang ditinggalkan oleh manusia.
Baca Juga: Viral Pria Tanpa Celana Masuk Toko, Karyawati Panik Lari Lompati Etalase
Binatang buas ini bersikap agresif saat terancam dan memiliki gigitan yang membawa bakteri berbahaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar
-
Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
-
Saran Connie Bakrie ke Prabowo: Suruh Teddy Libur Dulu, Saatnya Dengar Orang-orang Berpengalaman
-
Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II
-
DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax