Suara.com - Semakin besar seekor gorilla jantan, semakin baik pula dia memukul dadanya. Mengapa demikian?
Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Jerman menengarai bahwa bunyi-bunyian tepukan dada itu merupakan ukuran kekuatan dan besar seekor gorilla.
Para gorilla betina menyeleksi pasangan kawin dari bunyi tepukan beruntun ke dada. Sedangkan bagi gorilla jantan, pukulan pada dada adalah peringatan terhadap sesamanya agar jangan macam-macam jika tidak ingin terlibat dalam perkelahian.
Pukulan beruntun di dada, yang dilakukan gorilla jantan—atau dikenal dengan sebutan silverbacks karena garis perak seperti uban pada punggung—bisa terdengar hingga satu kilometer.
Baca juga:
- Keluarga gorila alami 'ledakan angka kelahiran'
- Terancam Covid-19, orangutan, simpanse, dan gorila dikarantina
- Gorila ikut 'selfie' dengan tim anti perburuan Kongo
"Sudah lama kita berasumsi bahwa itu adalah semacam aksi pamer betapa kuatnya mereka, dan mereka melakukan hal ini terhadap jantan dan betina," kata Edward Wright, ilmuwan dari Institut Max Planck bidang Antropologi Evolusi di Leipzig, Jerman.
"Kepada yang jantan, tindakan itu sama dengan mengatakan, 'Lihat, saya besar dan kuat, jangan macam-macam dengan saya'. Lantas kepada betina, 'Lihat saya besar dan kuat, mungkin kamu ingin memilih saya sebagai pasangan'.
"Untuk pertama kalinya kami bisa benar-benar yakin bahwa, ya, pukulan pada dada dilakukan untuk menyampaikan ukuran tubuh dan pukulan pada dada adalah sinyal yang jujur mengenai ukuran tubuh."
Di kalangan gorilla, sebuah kelompok biasanya terdiri dari seekor jantan dan sejumlah betina. Para betina bisa berpindah antarkelompok, sedangkan para jantan berkompetisi menarik perhatian mereka.
Baca Juga: Waspada! Diprediksi Jenis Virus Ini Bisa Picu Pandemi Berikutnya
Bagi gorilla jantan, ukuran tubuh sangat penting. Besaran badan memprediksi peringkat gorilla, kemampuan bertarung, dan kesuksesan reproduksi. Silverbacks memakai pukulan dada ini untuk memperingatkan sesama jantan sekaligus memikat para betina.
Para gorilla jantan mempelajari teknik pukulan dada dari usia dini dan melatih kemampuan tersebut seiring mereka tumbuh dewasa.
Riset ini, yang diterbitkan jurnal Scientific Reports, menunjukkan bahwa semakin besar badan gorilla jantan, maka semakin dalam suara (frekuensi rendah) pukulan pada dada.
Sinyal mengenai ukuran tubuh yang disampaikan pukulan dada adalah sinyal yang jujur. Dengan kata lain, gorilla jantan tidak bisa memalsukannya.
Ditengarai bahwa suara pukulan dada terkait dengan ukuran kantung udara dekat pita suara gorilla dan sejumlah kera besar lainnya (tapi bukan manusia). Organ tubuh ini memainkan peranan dalam suara menggeram, mendengkur, dan bunyi-bunyian lain yang dibuat gorilla.
Perbedaan dalam durasi dan jumlah pukulan ke dada, menunjukkan satu gorilla dengan lainnya bisa dikenali dari pukulan dada mereka.
Para peneliti mendapat kesimpulan tersebut dengan mengukur besaran tubuh gorilla jantan dari foto-foto, berdasarkan jarak antara kedua tulang bahu gorilla—atau dengan kata lain, lebar punggung mereka.
Dengan menggunakan rekaman suara, mereka mengukur durasi, jumlah, dan frekuensi audio pukulan dada gorilla silverbacks yang dimonitor lembaga Dian Fossey Gorilla Fund di Taman Nasional Gunung Berapi, Rwanda.
Pada 2008, ada sekitar 600 gorilla pegunungan yang hidup di alam liar, namun jumlah itu meningkat hingga melampaui 1.000 ekor setelah dilakukan beragam upaya konservasi nan intensif. Upaya ini mencakup patroli anti-perburuan liar dan pelatihan dokter hewan yang merawat gorilla di alam liar.
Habitat gorilla terbatas di area yang dilindungi di Republik Demokratik Kongo, Rwanda, dan Uganda. Namun, ancaman tetap mengintai, termasuk perburuan liar, kericuhan sipil, dan penyakit yang ditularkan manusia.
Bagaimanapun, kendati jumlah gorilla pegunungan meningkat, populasi kera besar tetap terancam.
Berita Terkait
-
5 Tokoh Teknologi Muncul di Epstein Files: Ada Orang Terkaya hingga Ilmuwan
-
5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
-
Bola Emas Misterius di Dasar Laut Alaska, Bikin Bingung Para Ilmuwan
-
Kehidupan di Palung Terdalam: Temuan Moluska Purba Ungkap Rahasia Evolusi Laut?
-
Prof. Elisabeth Rukmini: Menenun Sains, Makna, dan Masa Depan Perguruan Tinggi
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
Dugaan Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta Resmi Dilaporkan ke Polresta Sleman
-
Prabowo Yes, Gibran Nanti Dulu, PAN Belum Tegaskan Dukungan Wapres Dua Periode
-
Bukan Mendadak! Juda Agung Ungkap Rahasia Tugas Wamenkeu yang Sudah 'Disiapkan' Sejak Jadi Deputi BI
-
Potret Harmonis Dwitunggal Jakarta: Saat Pramono Beri Pesan Menyentuh di Hari Bahagia Rano Karno
-
Tak Mau Kalah dari PKB, Giliran PAN Nyatakan Siap Dukung Prabowo 4 Kali di Pilpres
-
Usai Lakukan 2 OTT, KPK Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Pajak Kalsel dan Bea Cukai Jakarta
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
OTT Bea Cukai, KPK Ciduk 17 Orang dan Amankan Mata Uang Asing hingga Logam Mulia
-
6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang