Suara.com - Dalam razia penerapan protokol kesehatan, Satpol PP Klaten dan Dinas Perhubungan Klaten menemukan dua aparatur sipil negara sedang berbelanja di pusat perbelanjaan di tengah jam kerja, Rabu (5/5/2021), pagi.
Kedua ASN kemudian didata petugas dan akan dilaporkan ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Klaten.
Razia dilakukan karena banyak laporan kerumunan di pusat perbelanjaan menjelang Lebaran, padahal situasi sekarang masih pandemi Covid-19.
Patroli pertama dilakukan di Toko Sami Laris Klaten.
"Di lokasi ini fasilitas protokol kesehatannya masih kurang. Toko sebesar ini dengan pengunjung yang banyak, hanya disediakan satu tempat cuci tangan, satu hand sanitizer, dan satu spanduk. Kami minta ditambah secepatnya. Nanti akan kami pantau lagi," kata Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Klaten Rabiman dalam laporan Solopos.
Patroli kedua dilakukan di pusat perbelanjaan di Matahari. Di lokasi ini, tim gabungan relatif tak menemukan pelanggaran protokol kesehatan.
Di lokasi ketiga, Toko Laris Klaten, petugas mendapati seorang ASN yang hendak berbelanja.
Sudah minta izin ke atasan
ASN bernama Riswanti yang bertugas sebagai guru SD di Kecamatan Trucuk mengatakan, "Saya sudah izin ke atasan. Ini mau membeli blazer dan pampers untuk simbah."
Baca Juga: Puluhan Warga Pringsewu Kedapatan Langgar Prokes
Petugas tetap mendata identitasnya.
Tim gabungan juga menemukan seorang ASN yang berbelanja di lokasi keempat, yakni Jilbab Mart.
ASN kedua yang didata petugas, yakni Wakimah, seorang guru SD di Jatinom. Sama seperti Riswanti, dia mengatakan datang ke pusat perbelanjaan setelah mengikuti diklat.
"Meski sudah memberikan keterangan, kami tetap mendata dua ASN itu. Selanjutnya, akan kami laporkan ke badan kepegawaian [BKPPD Klaten]," Kepala Seksi Penindakan Satpol PP Klaten Sulamto.
Pengunjung pusat perbelanjaan, Siswanti, mengatakan mendapat imbauan petugas agar menaati protokol kesehatan.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat