Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR, Agustin Wilujeng menilai pemerintah tidak memprioritaskan sektor pendidikan dalam penanganan bencana non-alam pandemi Covid-19.
Agustin menyebut hal itu tercermin dari kebijakan pemerintah yang tidak melibatkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim dalam Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
"Saya paham, mengapa dalam penanganan bencana di negara kita itu pendidikan tidak menjadi salah satu prioritas, karena undang-undang penanggulangan bencana tidak memasukkan sektor pendidikan sebagai prioritas," kata Agustin dalam diskusi Hardiknas bersama PDIP, Rabu (5/5/2021).
"Maka satgas covid-19 disusun dengan Perpres, tidak ada itu menteri pendidikan, kan ada itu unsur kementerian pendidikan tapi pengambil kebijakan keputusannya tidak ada menteri pendidikan," sambungnya.
Atas dasar itu, Politisi PDI Perjuangan itu menilai pemerintah hanya fokus pada penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi, sementara sektor pendidikan yang juga terdampak berdiri sendiri.
"Karena itulah mungkin pendidikan di indonesia ini tidak terpikirkan dengan baik, hanya kesehatan, pangan, pemerintah daerah, perkembangan ekonomi tapi pendidikan tidak," ujarnya.
Dalam Peraturan Presiden RI Nomor 82 Tahun 2020 tentang KPCPEN memang tidak ada keterlibatan Kemendikbud di dalamnya.
Perpres itu hanya menunjuk Menko Perekonomian sebagai ketua, dan Menko Marinves, Menko PMK, Menko Polhukam, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri sebagai Wakil Ketua I-VI, serta Menteri BUMN sebagai Ketua Pelaksana.
Kedudukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan hanya tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 9 tahun 2020 tentang Satgas Covid-19 sebagai sekretaris anggota bersama 27 menteri/kepala lembaga.
Baca Juga: Blak-blakan! Nadiem Ungkap Permasalahan Sekolah Online Selama Pandemi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum