Suara.com - Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali melakukan safari politik kali ini dengan bertemu para petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) di Kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/5/2021) siang.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi kedatangan jajaran petinggi PKS ke Kantor PAN tersebut pada pukul 14.00 WIB. Terlihat kedatangan PKS dipimpin langsung Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Sekjen PKS Abou Bakar Alhabsyi, hingga politisi PKS lainnya seperti Al Muzamil Yusuf dan Pimpin Sopian.
Kedatangan jajaran petinggi PKS tersebut tampak disambut langsung Sekjen PAN Eddy Soeparno dan Ketua DPP PAN Saleh Daulay di pintu masuk Kantor DPP PAN. Ucapan selamat datang kemudian disampaikan para elite politik tersebut.
"Ahlan wa sahlan pak presiden (PKS Ahmad Syaikhu), selamat datang Habib (Abou Bakar)," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno di lokasi.
Saling jabat tangan tampak dilakukan para petinggi kedua parpol tersebut. Kemudian terdengar pula adanya gema takbir digaungkan oleh Ketua DPP PAN Saleh Daulay dalam sambutan.
"Takbir...," kemudian disambut ucapan Allahuakbar dari para petinggi PKS.
Sebelumnya, Saleh mengatakan, kalau pertemuan kedua parpol tersebut hanya silahturahmi biasa.
"Ini adalah pertemuan biasa, silaturahim antara partai politik. Di mana tokoh-tokoh partai politik di PKS berkunjung ke PAN," kata Saleh ditemui di Kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat.
Menurutnya pertemuan kedua parpol tersebut sangat penting dilakukan. Terutama soal penanganan-penanganan masalah bangsa yang dihadapi kekinian.
Baca Juga: Kunjungi DPP Gerindra, Rombongan Petinggi PKS Disambut Prabowo Subianto
"Lalu kita sedang mengalami tantangan besar, yaitu pandemi dan resesi ekonomi. Jadi pandemi ini tidak bisa dianggap sepele, sehingga bisa dibicarakan bersama termasuk juga resesi ekonomi," tuturnya.
"Kita kan tahu pertumbuhan ekonomi kita masih minus, itu tentu adalah tantangan yang sangat berat," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!