Suara.com - Seorang pemulung cilik yang hanya mengambil air mineral saat diajak ke minimarket tengah menjadi viral. Sikapnya yang begitu baik itu ikut membuat publik ikut terenyuh.
Kisah ini dibagikan oleh akun TikTok bernama @abigaielll. Hingga berita ini dibuat, cerita mengenai gadis pemulung itu telah disaksikan lebih dari 6 juta kali dan panen 550 ribu tanda suka.
"Adeknya baik banget," tulis @abigaielll di caption akun TikTok seperti dikutip oleh BeritaHits.Id, Senin (24/5/2021).
Wanita pemilik akun ini menceritakan ia memang kerap bertemu pemulung cilik itu. Suatu hari, ia mengajaknya pergi ke minimarket untuk jajan makanan yang disuka.
Tak disangka, pemulung cilik ini mengaku cuma mau air putih karena ia begitu kehausan. Bagaimana tidak, sang bocah rupanya bekerja sebagai pemulung dari pagi sampai jam 6 sore.
"Sering lihat adek ini di deket rumah. Dari pagi sampai jam 6 sore (mulung)," cerita wanita itu dalam video.
"Cuma mau air putih, bayangin dia haus banget katanya," lanjutnya.
Tanpa berlama-lama, wanita ini mengajak pemulung cilik itu ke sebuah minimarket terdekat. Sesampainya disana, bocah itu nampak terlalu sungkan untuk mengambil makanan.
"Aku suruh dia jajan apa yang dia mau, awalnya dia gak enakan," beber sang wanita.
Baca Juga: Viral Ibu-ibu Resahkan Pasar Serdam Pontianak, Diduga Mencuri Bawa Anak
Namun setelah dipaksa, gadis cilik itu mengambil berbagai makanan. Beberapa jenis makanan yang diambil ternyata bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk sang adik dan ayahnya yang ada di rumah.
"Ambil roti buat adeknya. Dia seneng banget guys. Gak sabar mau pulang. Yang aku salut dia masih mikirin beliin kakak sama adeknya di rumah. Tulus banget see you adek," ungkap sang wanita dengan kagum.
Gadis cilik itu pun tak sabar pulang ke rumah untuk memberikan jajanan itu kepada sang adik.
Terungkap, ia harus bekerja karena ayahnya harus menjaga adiknya yang masih kecil. Sedangkan sang ibu sudah meninggal dunia.
"Papanya gak kerja guys, jagain adeknya. Malah dia yang kerja. Ibunya udah enggak ada," jelas sang wanita.
Pemulung cilik itu pun pulang dengan membawa sekantong belanjaan makanan. Ia mengucap terima kasih dan tetap memakai maskernya.
Berita Terkait
-
Viral Ibu-ibu Resahkan Pasar Serdam Pontianak, Diduga Mencuri Bawa Anak
-
Viral Pasutri Gubrak Gubruk Tiap Jam 3 Pagi, Publik Temukan Kejanggalan
-
Dianggap Anak Sendiri, Viral Karyawan Tepergok Mesum dengan Suami Majikan
-
Indomaret Viral Ini Punya Cabang di Versailles Bak Berlokasi di Prancis
-
Beli Nasi Kotak, Wanita Syok Temukan Toping Mangkuk di Dalamnya
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka