Suara.com - Sedikitnya 12 orang tewas pada Sabtu (5/6) dalam ledakan dekat sebuah pom bensin di Kota Marib, Yaman. Para anggota pemerintah yang didukung Arab Saudi itu menuduh pasukan Houthi melancarkan serangan rudal.
Seorang sumber medis mengatakan, bahwa puluhan orang, banyak di antaranya terbakar, dibawa ke Rumah Sakit Umum Marib. Dua belas di antaranya meninggal karena luka-luka yang diderita, termasuk lima anak.
"Yang lainnya menerima perawatan dan kami perkirakan jumlah korban akan bertambah," kata sumber itu.
Kantor gubernur Marib membenarkan terjadinya ledakan itu. Mereka menuding milisi Houthi yang memerangi koalisi pimpinan Saudi, menembakkan sebuah rudal yang menyebabkan ledakan. Mereka mengatakan di Facebook bahwa 14 orang telah tewas.
Para menteri kesehatan dan informasi dalam pemerintah Yaman yang diakui internasional juga menyalahkan Houthi atas serangan itu.
"Lebih dari 17 tewas dan terluka, termasuk anak ini yang terbakar akibat serangan roket Houthi di kota Marib hari ini," kata Menteri Kesehatan Qasem Buhaibeh di Twitter, di samping sebuah foto yang memperlihatkan seorang korban terbakar.
Pasukan Houthi belum berhasil dihubungi untuk dimintai komentarnya. (Sumber: VOA Indonesia)
Berita Terkait
-
Mendadak Kaya, Nelayan Ini Temukan Harta Karun Rp 22 Miliar di Bangkai Paus
-
Kartika Putri Kirim Anak Sekolah ke Yaman Demi Kejar Surga Allah
-
Model dari Yaman yang Ditahan Houthi akan Dites Keperawanan, AI Mengecam
-
Tahan Tangis, Kartika Putri Curhat Habib Usman bin Yahya Positif Corona
-
Perkara Tak Pakai Jilbab, Model Entesar Al-Hammadi Diculik
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat