Suara.com - Seorang mantan satpam di Pakistan menyamar jadi dokter bedah dan nekat mengoperasi pasien yang sudah berusia 80 tahun. Menyadur Wion News Sabtu (12/06), pasiennya dilaporkan tewas setelah operasi.
Shameema Begum melakukan operasi di Rumah sakit umum Pakistan. Keluarganya sudah membayar sejumlah uang untuk tindakan operasi dan dua kunjungan rumah untuk membalut lukanya.
Namun dua minggu setelah dioperasi, Begum meninggal dan mengalami pendarahan juga rasa sakit yang memburuk.
Sebelum meninggal, keluarganya mengembalikannya ke rumah sakit tempatnya dioperasi untuk pengobatan lebih lanjut tapi mereka kaget karena dokter yang membedah Begum tak ada dalam daftar nama.
Dokter Muhammad Waheed Butt ternyata seorang mantan satpam yang menyamar jadi dokter bedah. Staf mengatakan Butt dipecat dua tahun lalu karena mencoba memeras uang dari pasien.
Petugas administrasi Rumah Sakit Mayo Lahore mengatakan tidak jelas jenis operasi apa yang dilakukan penipu itu di ruang operasi, di mana teknisi yang memenuhi syarat juga hadir.
“Kami tidak dapat mengikuti apa yang dilakukan setiap dokter dan apa yang dilakukan setiap orang setiap saat. Ini adalah rumah sakit besar,” jelasnya.
Tubuh Begum kini disimpan untuk otopsi untuk memastikan apakah kematiannya adalah akibat komplikasi dari operasi yang gagal.
"Satpam itu telah didakwa dan berada dalam tahanan polisi," kata juru bicara kepolisian Lahore Ali Safdar kepada AFP.
Baca Juga: Dokter Bedah Joget TikTok Sambil Pamer Potongan Payudara, Berakhir Diskors
"Butt telah menyamar sebagai dokter dan melakukan kunjungan rumah ke pasien lain di masa lalu juga."
Selama ini, rumah sakit umum Pakistan, di mana setiap pasien diharuskan membayar sejumlah uang untuk pengobatan, seringkali dilaporkan tidak efisien dan kacau.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang