Suara.com - India melaporkan 80.834 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir, jumlah kasus terendah dalam 71 hari terakhir, kata Kementerian Kesehatan India, pada Minggu (13/6/2021).
Negara ini juga melaporkan 3.303 kasus kematian baru.
Jumlah total infeksi yang dikonfirmasi sekarang telah mencapai 29,4 juta dan jumlah kematian mencapai 370.384 di negara itu.
Menurut Dewan Penelitian Medis India, sejauh ini 370 juta sampel telah diuji untuk Covid-19. Dari jumlah tersebut, 1,9 juta sampel diuji pada hanya pada Sabtu.
Berdasarkan data, beban kasus virus korona yang aktif sekarang telah menurun lebih dari 1,02 juta, sementara tingkat kasus positif mingguan telah turun menjadi 4,72%.
India telah memberikan lebih dari 253 juta dosis vaksin, menurut kementerian, dengan 204 juta orang telah mendapatkan dosis pertama mereka, sementara lebih dari 48 juta telah divaksinasi sepenuhnya.
India memiliki kasus virus corona tertinggi kedua di dunia setelah AS. Negara ini berada di urutan ketiga di belakang AS dan Brasil dalam jumlah kasus kematian. (Sumber: Anadolu)
Berita Terkait
-
Potensi Penularan Covid-19, Tim Swab Hunter Rajin ke Sentra PKL dan Pasar di Surabaya
-
Penularan Covid-19 di Jakarta Meroket, Anies: Sepekan Kasus Aktif Naik 50 Persen
-
Lionel Messi Parno Tertular Covid-19 Jelang Laga Perdana di Copa America
-
Petani Tapsel Mulai Budidaya Talas Beneng Kualitas Ekspor
-
Jokowi ke Anies: Akhir Agustus, 7,5 Juta Warga Jakarta Harus Sudah Tervaksinasi
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran