Suara.com - Sebuah curahan hati dari seorang warganet yang diputuskan oleh kekasihnya karena menjadi mahasiswa S2 viral di media sosial.
Kisah itu diungkapkan melalui sebuah tangkapan layar oleh seorang pengguna TikTok.
Dalam tangkapan layar yang ia unggah, terlihat percakapan antara sang pemilik akun dengan kekasihnya. Percakapan itu diawali oleh pertanyaan dari sang kekasih yang menanyakan apakah sang pemilik akun diterima menjadi seorang mahasiswa S2.
"Kamu S2? Dosen juga? Kok nggak cerita?" tulis sang kekasih.
Sang pemilik akun pun menjawabnya dengan santai.
"Hehe kebetulan iya mas," jawab sang pemilik akun.
Kemudian, sang kekasih menanyakan kepada sang pemilik akun mengapa ia tidak mencari pria yang setara dengannya karena ia hanya seorang pria lulusan sarjana.
"Kok kamu nggak nyari yang setara sama kamu. Aku cuma sarjana kamu megister," balas sang kekasih.
Sang pemilik akun kemudian menerangkan bahwa gelar mereka tidak perlu diperdebatkan karena mereka adalah sesama manusia.
Baca Juga: Deretan Potret Ojol Tirukan Gaya Para Personel BTS, Seberapa Mirip Nih?
Ia pun turut menambahkan bahwa mencari pasangan yang satu frekuensi tidaklah mudah.
Meski sudah dijelaskan, sang kekasih tetap merasa tidak pantas dan ingin mundur.
"Harusnya kamu cerita dari awal, biar aku tau batasan," tulis sang kekasih.
Meski demikian, sang pemilik akun tetap berusaha untuk menenangkan sang kekasih. Ia menyebut bahwa kekasihnya itu adalah seorang pekerja keras.
Melihat percakapan ini, para warganet pun turut memberikan komentar. Beberapa dari mereka mengalami hal yang serupa dengan sang pemilik akun.
"Padahal ni ya mau setinggi apapun perempuan titlenya dia cuma butuh perhatian dan kasih sayang, btw aku juga S2 dan banyak cowok mundur," ujar warganet.
"Aku juga diputusin karena aku kuliah, dianya enggak. Menurutku sih ini insecurenya cowo tentang materi, gelar, jabatan," kata warganet.
"Kau tahu sebenernya dia bangga, hanya saja terbentur oleh ketidaksetaraan dan hal itulah yang membuat para cowok insecure," tambah yang lain.
"Gimana ya, kadang gue mikir cowo begitu bukan minder ke calonnya, tapi ke keluarga calonnya. Tau sendiri kan kadang mulut keluarga kejamnya gimana," pungkas warganet.
Berita Terkait
-
Deretan Potret Ojol Tirukan Gaya Para Personel BTS, Seberapa Mirip Nih?
-
Tragedi Beli Cermin Online, Cowok Ini Kaget Lihat Pantulan Wajahnya
-
Viral Pasien Covid-19 Membludak Duduk di Lantai, RSD Wisma Atlet: Faktanya Seperti itu
-
Drama Bayi Tertukar Usai bersalin di RS, Ending Berakhir Bahagia
-
Jalan Kompleks Dipakai Parkir Sembarangan, Pemotor Hampir Jadi Tumbal Proyek
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil
-
Persija Hancurkan Brisbane Roar di JIS
-
Voting Jadi Penentu Ketua Umum PBNU