Melalui konferensi pers virtual, Kamis (1/7/2021), Luhut berkata, "Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan transportasi jarak jauh dengan pesawat, bus, kereta api, harus menunjukan kartu vaksin. Minimal vaksin dosis pertama".
Artinya selama aturan PPKM Darurat berlaku, masyarakat perlu menunjukkan kartu vaksin jika ingin bertransportasi jarak jauh. Selain itu, Luhut juga meminta masyarakat menyertakan hasil negatif tes swab antigen, jika ingin berpergian jarak jauh dengan transportasi.
Penerapan PPKM Darurat mulai berlaku pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.
Program vaksinasi Covid-19 gratis di Indonesia hingga saat ini masih berlangsung. Pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 ini bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah Covid-19.
Vaksin Covid-19 bermanfaat untuk memberikan perlindungan pada tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19. Caranya adalah dengan menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.
Vaksinasi yang diberikan kepada masyarakat Indonesia diharapkan bisa mencapai target untuk herd immunity. Namun ternyata, target yang diperlukan oleh Indonesia masih sangat jauh.
Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, dr. Dirga Sakti Rambe M, sc, Sp, PD, Indonesia baru mencapai target sekitar 17% penduduk yang sudah divaksin. Padahal untuk mencapai herd immunity, setidaknya dibutuhkan 75% penduduk yang sudah divaksin.
Jadi, mari kita semua turut berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari paparan Covid-19. Jangan lupa untuk tetap menjalankan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan untuk kebaikan kita semuanya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Anda dapat mengakses laman https://covid19.go.id/vaksin-covid19 atau situs dan media sosial resmi Satgas Covid hingga Dinas Kesehatan daerah setempat.
Baca Juga: Masyarakat Harus Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Ingin Bertransportasi Jarak Jauh
Demikian informasi cara cek sertifikat vaksin Covid-19 di laman pedulilindungi.id serta langkah untuk download. Tetap patuhi protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, hidup sehat meskipun sudah vaksin, dan jangan takut untuk divaksin.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar