Suara.com - Seorang gadis remaja berumur 17 tahun di Oslo, Norwegia mendapat efek samping vaksin Covid-19 yang sedikit berbeda dari orang lain yaitu payudara membesar.
Menyadur Sputnik News Senin (12/07), gadis dengan panggilan Emma ini mengunggah di TikTok bahwa efek samping vaksin yang ia terima sangat aneh dan mempengaruhi ukuran bra-nya.
Unggahannya langsung viral di TikTok dan ternyata, Emma tak sendirian. Banyak wanita lain yang juga merasakan efek samping yang sama setelah divaksin.
“Ketika saya melihat ada beberapa di TikTok yang mengalami hal yang sama, saya mencarinya secara online. Kemudian saya menemukan banyak artikel dari Amerika Serikat,” ungkapnya.
Ahli mengatakan pada NRK bahwa efek sampingnya terkait dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang memperkenalkan agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit ke tubuh, memicu produksi antibodi.
Reaksi ini bukan efek samping yang umum terjadi namun tidak ada yang harus dikhawatirkan.
"Kami melihat beberapa wanita memiliki kelenjar getah bening yang lebih besar," kata Heinrich Backmann, kepala dokter di pusat diagnostik payudara di Rumah Sakit Nordland.
Hal yang sama juga ditegaskan oleh direktur medis di Badan Obat Norwegia, Steinar Madsen.
Ia mengatakan organisasinya belum menerima laporan tentang hal itu tapi menegaskan efek samping mungkin akibat dari pembengkakan kelenjar getah bening.
Baca Juga: Nggak Pakai Malu, Dinar Candy Bongkar Ukuran Bra
“Ketika seseorang divaksinasi, 10 persennya mungkin mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak. Itu mendorong payudara sedikit ke depan dan Anda merasakan payudara membesar,” katanya.
Pembengkakan kelenjar getah bening setelah vaksinasi tidak hanya terjadi di Pfizer. CDC AS sebelumnya mengatakan sekitar 11 persen pasien melaporkan payudara lebih besar setelah suntikan Moderna pertama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT