Suara.com - Pendakwah dan pakar sejarah Islam, Ustaz Haikal Hassan mengaku bakal tetap menjadi oposisi sampai mati. Haikal Hassan juga mengaku setuju soal adanya desakan agar Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya sebagai presiden.
Haikal Hassan mengatakan hal itu dalam sebuah video berjudul “Apakah Corona Mematikan” yang tayang di Cyber TV pada Minggu, 18 Juli 2021.
“Semua tahu, saya oposisi. Sampai kapan? Sampai mati! Saya tetap oposisi,” kata Haikal seperti disitat dari Terkini.id--jaringan Suara.com, Rabu (21/7/2021).
“Pak Jokowi, minta maaf, saya oposisi dan saya setuju pendapat yang menyarankan Bapak mundur,” lanjutnya.
Haikal pun berharap bahwa Presiden Jokowi bersedia mundur dan memberi kesempatan kepada orang lain dengan hati yang ikhlas.
Namun, kata Haikal, ia juga tidak memaksakan kehendaknya jika Presiden Jokowi tak mau mundur jadi jabatannya.
“Tapi kalau gak mundur, gak apa-apa juga. Terserah Bapak juga, yah. Usulan aja usulan,” katanya diselingi tawa.
Potongan video Haikal itu kemudian dibagikan di Twitter oleh seorang netizen dengan nama akun Kalingliwoo.
“Oposisi ya tak ada masalah tak ada larangan karena hal yang wajar dalam berdemokrasi, tapi ga gini-gini amat kali…asu tenan provokasinya,” katanya.
Baca Juga: Mardani soal Statuta UI: Menyedihkan, Institusi Harus Tunduk pada Kepentingan Pribadi
Unggahan itu kemudian mengundang komentar dari banyak netizen lainnya terkait pernyataan Haikal.
“Alasan apa minta presiden mundur???” kata Jagungtiti71.
“Ini sih bukan oposisi, tapi oportunis,” kata EkoBasu89400740.
Berita Terkait
-
Mardani soal Statuta UI: Menyedihkan, Institusi Harus Tunduk pada Kepentingan Pribadi
-
Jokowi Klaim Kasus Covid-19 Turun, Dokter Eva: Karena Tes Berkurang
-
Keras! Andi Arief Cibir Pengumuman Jokowi PPKM Darurat Diperpanjang, Kebijakan Gambling
-
Tok! Jokowi: PPKM Darurat Hingga 25 Juli, Janjikan Bansos Hingga Insentif Rp1,2 Juta
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik