Suara.com - Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani muncul di Twitter @ashrafghani dan kembali mengucapkan maaf karena pergi saat negaranya berkonflik.
Menyadur Al Jazeera Kamis (9/9/2021), ia mengatakan tak pernah berniat "meninggalkan rakyat" saat Taliban memasuki ibu kota, Kabul.
Dia minta maaf kepada warga Afghanistan atas cara berakhirnya pemerintahan itu ketika dia melarikan diri dari negara itu bulan lalu.
Ghani mengatakan pergi atas desakan keamanan istana untuk menghindari risiko pertempuran berdarah dan sekali lagi membantah mencuri uang negara.
"Meninggalkan Kabul adalah keputusan paling sulit dalam hidup saya, tapi saya percaya itu satu-satunya cara untuk membungkam senjata dan menyelamatkan Kabul dan 6 juta warganya," katanya.
"Meninggalkan Kabul adalah keputusan paling sulit dalam hidup saya, tapi saya percaya itu satu-satunya cara untuk membungkam senjata dan menyelamatkan Kabul dan 6 juta warganya," katanya.
Ghani menyangkal klaim bahwa membawa uang jutaan dolar ke luar negeri ketika dia melarikan diri. Ia bahkan mengatakan siap untuk diselidiki dan membuktikan tak bersalah.
Klaim itu berasal dari mantan duta besar Afghanistan untuk negara tetangga Tajikistan, Zahir Aghbar, yang menuduh Ghani membawa sekitar USD 169 juta ketika dia meninggalkan negaranya.
Ghani yang saat ini berada di Abu Dhabi, menyesal tak bisa membawa perdamaian dan kemakmuran ke negaranya sendiri.
Baca Juga: Donald Trump Murka Afghanistan Dikuasai Taliban, Tuding Ashraf Ghani Biang Keroknya
“Dengan penyesalan yang mendalam, bab saya berakhir dengan tragedi yang sama dengan pendahulunya. Saya minta maaf pada warga Afghanistankarena tak bisa mengakhirinya dengan cara yang berbeda."
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter