Suara.com - Polda Metro Jaya tengah mendalami peristiwa kebakaran yang menghanguskan Lapas Kelas I Tangerang, Banten. Kekinian 22 orang saksi telah diperiksa.
“Dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) di-back up Mabes Polri sedang penyelidikan. (Ada) 22 saksi sudah diperiksa,” kata Kabit Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2021).
Yusri merinci, 22 saksi itu berasal dari tiga klaster, yakni petugas lapas yang bertugas saat peristiwa kebakaran terjadi. Kedua beberapa warga binaan yang selamat, dan pendamping warga binaan.
“Arahnya untuk mengetahui keterangan dari mereka semua,” jelasnya.
Pihak kepolisian kata Yusri, tengah mendalami dugaan kelalaian hingga menewaskan lebih dari 41 napi.
“Ini yang kami lakukan pendalaman, pasal 187 dan 188 KUHP dan pasal 359 KUHP tentang Kelalaian. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak? Atau ada unsur kelalaian di 359,” ujarnya.
Lapas Terbakar
Lapas Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9) sekitar pukul 1.45 WIB. Lebih dari 41 orang meninggal dunia.
Kemudian delapan orang mengalami luka berat dan 73 orang luka ringan. Namun belakangan diketahui, pada Kamis (9/9) ini bertambah 3 korban yang meninggal dunia, sehingga total korban tewas menjadi 44 orang.
Baca Juga: Sempat Kontak Korban via Telepon, Keluarga Ungkap Kejanggalan Kebakaran Lapas Tangerang
Berita Terkait
-
Lapas Tangerang Kebakaran, Polda Metro Jaya Periksa 22 Saksi
-
Sempat Kontak Korban via Telepon, Keluarga Ungkap Kejanggalan Kebakaran Lapas Tangerang
-
Kebakaran Lapas Tangerang, Menkumham: Napi Ada yang Luka Bakar 80-90 Persen
-
Cerita Orang Tua Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Masih Chattingan Jam 1 Malam
-
Dapat Santunan dari Menkumham, Keluarga Korban Sebut Kebakaran LP Tangerang Adalah Takdir
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan