News / nasional
Erick Tanjung | Stephanus Aranditio
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman (tengah) [Antara/Aprillio Akbar].

Suara.com - Pemerintah akan meniru Olimpiade Tokyo 2020 dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional XX 2021 di Papua pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Protokol Kesehatan ketat akan diterapkan kepada setiap kontingen yang datang ke Papua mulai dari atlet, official, hingga masyarakat umum.

"Semua peserta harus sudah divaksin, mereka juga dikarantina beberapa hari jelang keberangkatan, harus lakukan PCR tes pada waktu yang ditentukan," kata Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, Rabu (15/9/2021).

Dia menyebut di Olimpiade Tokyo, peserta dari negara zona merah harus karantina 7 hari, sementara negara zona hijau karantina 3 hari.

Baca Juga: Lepas Kontingen DKI ke PON Papua, Anies Harap Jakarta Kembali Juara Umum

"Ini juga menjadi pertimbangan, tapi sementara yang kita ambil 5 hari karantina untuk seluruh kontingen yang berangkat ke Papua, PCR tes dan sesampainya di sana mereka dites antigen untuk meyakinkan lagi," jelasnya.

KONI juga akan menerapkan sistem bubble, setiap atlet yang tiba di Papua hanya boleh beraktivitas di sekitar tempat penginapan atau athletle village dan arena pertandingan saja.

"Khusus untuk atlet yang terlibat dalam body contact mereka sebelum pertandingan harus melakukan tes antigen," ucap Norman.

BNPB dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengadakan alat tes Covid-19 PCR dan Antigen di Papua.

“Kita berkoordinasi dengan Kemenkes mengenai dukungan 5 alat PCR. Dan PCR ini sudah sampai di lokasi,” ucap Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi.

Baca Juga: Lepas Kontingen DKI Jakarta, Anies Baswedan: Rebut Gelar Juara Umum PON Papua

Satgas juga akan membagikan masker selama PON XX dengan melibatkan satuan tugas Papua, relawan dan Duta Perubahan Perilaku.

Komentar