Suara.com - Seorang ibu di Rusia nekad terjun dari lantai 19 bersama kedua putranya setelah mengalami depresi setelah mengalami proses kelahiran.
Menyadur The Sun Rabu (13/10/2021), Olga Zharkova nekad mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari lantai 19 apartemennya yang terletak di kota Moskow.
Tak hanya itu, ia juga membawa seorang bayi yang baru dilahirkan dan putranya yang baru berusia tiga tahun saat terjun dari ketinggian 57 meter.
Menurut keterangan pihak berwenang, Olga nekad bunuh diri secara tragis setelah menderita depresi akutpascakelahiran.
Istri dari seorang perwira militer Rusia tersebut terjun dari apartemennya dengan menggendong anak-anaknya yang masih kecil.
Dia dilaporkan telah menulis sebuah catatan yang mengatakan dia tidak ingin meninggalkan anak-anaknya di dunia yang keras dan suram ini.
"Dia mengeluh kepada kenalannya bahwa dia mengalami depresi pasca melahirkan. Dia merasa kesepian dan lelah," kata seorang sumber penegak hukum kepada Komsomolskaya Pravda.
Suami Olga saat ini sedang dirawat karena syok saat tiba di tempat kejadian dan melihat istri dan anak-anaknya sudah tidak bernyawa.
Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan pembunuhan atas kematian kedua anak tersebut.
Baca Juga: 3 Buah yang Jadi Pantangan Ibu Hamil, Bukan Cuma Nanas
Pihak berwenang juga akan melakukan otopsi untuk mengungkap motif wanita tersebut tega bunuh diri.
--------------------------------------------------------------
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT