Suara.com - Terdapat kejadian unik ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kunjungan ke Warteg Family di Jalan Penggalang, Matraman, Jakarta Timur, pada Kamis (14/10/2021). Anies memberikan nama kepada seorang bayi yang belum lama ini lahir.
Anies mendatangi warteg itu sebagai bentuk kunjungan atas kegiatan kolaborasi pemberian donasi dari para donatur kepada pemilik warteg yang terdampak pandemi Covid-19.
Dalam acara itu, terungkap Anies memberikan anak dari pasangan suami istri Imam Fahrozi (20) dan Jesscica Febiola (20) nama Permata Annisa Nusantara. Anak pertama mereka baru lahir pada 7 Oktober lalu.
Mendapatkan nama dari orang nomor 1 di DKI Jakarta itu, Jessica mengaku senang.
"Bangga anak pertama dikasih nama sama pak Gubernur Anies," ujar Jessica di Jakarta Timur, Kamis.
Jessica mengakui, sebelum Anies memberikan anaknya nama, ia sendiri sudah mempersiapkannya juga. Namun, ia belakangan mendapatkan kabar dari mertuanya, Takuri (45) mantan Mendikbud itu bakal datang ke wartegnya.
Akhirnya, Jessica dan Imam memilih untuk menunda pemberian nama yang sudah ditentukan. Ia berdua akhirnya lebih memilih nama pilihan Anies.
Jessica menyebut nama pemberian Anies itu berarti permata kaum hawa yang berguna bagi nusantara.
"Sebenarnya sudah ada, sebelum dikasih nama sama pak Gubernur sudah menyiapkan. Tapi karena sudah dikasih nama sama pak Gubernur jadi milih nama dari pak Gubernur saja," katanya.
Baca Juga: Pilpres 2024: Prabowo Bakal Gaet Sandiaga atau Anies, Jika Gagal Berduet dengan Puan
Takuri selaku sang kakek dan pemilik warteg family juga turut senang Anies memberikan nama bagi cucu pertamanya itu.
"Langsung cocok sama nama pemberian dari pak Anies, senang," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!