Suara.com - Aparat kepolisian menangkap seorang pria warga Desa Sitorang, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut) berinisial BS, karena diduga melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri.
"Pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan dan saat ini sudah dibawa ke rumah sakit jiwa untuk menjalani pemeriksaan," kata Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Suhartono, Minggu (17/10/2021).
Ia menjelaskan peristiwa pembunuhan tersebut berawal dari penganiayaan pelaku terhadap ibunya yang bernama Kostaria Br Simarmata (63) pada Sabtu (16/10).
"Pelaku tiba-tiba mengamuk dan memukul kepala ibunya," katanya.
Melihat hal tersebut, ayahnya Sampe Raja Situmorang marah dan menegur pelaku. Namun, pelaku justru memukul sang ayah dengan menggunakan kayu.
Setelah ayahnya tidak sadarkan diri, pelaku menyeretnya keluar rumah dan membunuhnya. Korban tewas seketika dengan kondisi sangat mengenaskan.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkan ke pihak kepolisian yang selanjutnya turun ke lokasi dan mengamankan pelaku.
"Jenazah korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, sementara ibunya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan," ujarnya pula. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Tragis! Remaja Kediri Tewas di Jalan, Luka Sayat di Tubuh dan Kepala Diduga Dibunuh
-
Kronologi Anak Penggal Kepala Ayah hingga Putus di Samosir, Isi Perutnya Dikeluarkan
-
Geger! Anak Penggal Kepala Ayah Kandung hingga Tewas di Samosir
-
Diduga Dianiaya Suami Akibat Sering Main TikTok, Istri di Surabaya Tewas di Pelukan Anak
-
Ngeri! Lansia Ini Ditemukan Tewas Terpenggal di Rumahnya Sendiri
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi