Pengunjung cekcok dengan staf kafe di Bali.
Pria tersebut mengaku tersinggung dengan perkataan pengunjung. Pria itu mengaku disebut sebagai babu (pembantu).
"Bukan sombong, saya tersinggung dengan perkataan mereka kalau saya dibilang babu berkali-kali," ujarnya.
Kemudian, dirinya menjelaskan awal mula permasalahan itu muncul.
Menurutnya, dia hanya meminta pengunjung untuk membeli voucher apabila ingin mengganti tempat duduk.
"Saya hanya meminta mereka untuk membeli voucher bila ingin menggantinya dengan tempat duduk. Apapun sikap tamu yang datang bagi saya mereka adalah tamu saya. Tugas saya untuk membuat mereka betah dan senang. Apalagi mereka liburan," jelas pria itu.
Komentar
Berita Terkait
-
Asal Usul Penamaan Desa Adat Tuban di Bali, Mulai Istilah Angker Hingga Minuman
-
Viral Ibu Panik Anaknya Telan 6 Baterai, Dokter dan Perawat Syok Lihat Hasil Sinar X
-
Pria Bikin Gaun Pesta Pakai Bahan Kain Sisa, Hasil Jahitan di Luar Dugaan
-
Istri Punya Bekas Operasi Sesar Tapi Anak Minta Gendong, Reaksi Suami Jadi Sorotan
-
CEK FAKTA: Viral Ayah Kandung Nikahi Putrinya dan Ibu Hanya Bisa Pasrah, Benarkah?
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
-
BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik