News / Metropolitan
Kamis, 16 Desember 2021 | 17:41 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual di tempat kerja atau oleh rekan kerja. [Suara.com/Rochmat]
Viral Cerita CEO Lecehkan Kandidatnya. (Twitter/@hrdbacot)

Dalam sambungan itu, CEO juga bertanya mengenai latar belakang kandidat sebagai pramugari. Anehnya, ia meminta korban berfoto menggunakan seragam pramugari.

"Terus dia minta foto gue pakai seragam pramugari. Di sini gue udah aneh. Lu ngerti kan min? Di sini gue udah mikir, jangan-jangan fetish-nya pramugari."

CEO itu kemudian menjadwalkan interview ke cewek itu pada minggu depan. Ia juga meminta cewek itu datang interview dengan menyanggul rambut layaknya pramugari.

"Terus dia bilang minggu depan interview. Orang kalau ngehire kan pantesnya dikasih tahu tempat, tanggal, berkas apa aja yang dibawa. Ini gak ada sama sekali. Terus dia bilang, nanti waktu interview kamu sanggul kayak pramugari ya rambutnya."

"Okay gue masih positif thinking mungkin dia mau PA-nya rapi. Karena dia bilang tanggal interview-nya terserah gue, akhirnya gue bilang, 'Baik pak nanti saya kabari lagi untuk konfirmasi tanggal, karena saya harus mempersiapkan tempat tinggal juga'."

Di sinilah CEO itu mulai menunjukkan sikap tidak profesional. Ia menawarkan cewek itu untuk tinggal di apartemen miliknya. Bahkan, ia juga menjanjikan apartemen itu untuk kandidatnya jika diterima.

"Dia jawab, 'Nggak usah, kamu bisa pakai apartemen saya. Nanti kalai kamu keterima, kamu bisa pakai apartemen itu.' Terus dia bilang, 'Asal bisa bikin saya nyaman'."

Meski merasa aneh, cewek ini tetap memutuskan untuk berangkat. Apalagi, ayahnya juga berpikiran positif setelah dia menceritakan percakapannya dengan CEO tersebut.

"Tapi karena bokap positif thinking banget, akhirnya gue yakin. Udah tuh gue berangkat, gue landing jam 4 terus jalan dari bandara jam 5 sore. Nyampe apartemen jam setengah 7. Gue udah curiga kok apartemen gelap banget bagian depan."

Baca Juga: Trauma Anak Buah Korban Pelecehan Seksual Si Bos di Kantor

Sesampainya di sana, CEO itu sudah menunggunya di lobby apartemen. Ia kemudian mengajak kandidatnya masuk ke kamar dan mengunci apartemennya.

"Ternyata dia udah nunggu di lobby. Asli gemeter kalo inget-inget. Gue kira dia mau kasih kunci terus balik, ternyata dia ikut naik. Dikunci juga pintunya. Di situ gue ngobrol-ngobrol panjang lebar."

Tiba-tiba, CEO itu kembali membahas mengenai seragam pramugari. Ia mengatakan dirinya memiliki seragam pramugari dan meminta kandidatnya untuk memakainya.

"Dia bilang, 'Kamu masih ingetkan kemarin aku nanya masih punya nggak seragam pramugari? Itu tuh aku ada seragamnya di lemari'. Dia punya seragam pramugari perusahaan lama gue. Gue kaget, dapet seragam dari mana. Gue disuruh make."

"Udah jelas kan min, di sini udah makin kelihatan kan? Gue udah gemeter banget di situ. Gue mikir kalau gue gak pakai, ntar gue diapa-apain di situ, dimutilasi kek mana."

Cewek ini kemudian mulai dilecehkan oleh CEO tersebut. Beruntung, ada ojol datang mengantarkan makanan. Momen itu dimanfaatkan cewek ini untuk meminta bantuan temannya.

"Udah deh, di situ gue dilecehin. Gue gak ngerti ya, ini bener-bener Tuhan sih min. Tiba-tiba Gofood nyampe. Dia ditelepon sama Gojek. Di situ gue ada kesempatan buat nelepon temen gue."

"Gue nangis minta dijemput. Gue nangis kejer bener-bener kejer ditelepon. Gue takut kalau gue keluar, terus gue gak nemu tangga darurat, dia bakal ngebunuh gue."

CEO itu kembali masuk ke apartemen setelah mengambil Gofood. Ia menawarkan makanan ke kandidatnya. Namun, cewek ini menolak.

Penolakan itu justru membuat CEO bertindak lebih jauh dalam melakukan pelecehan. Sang cewek pun langsung menolak dan mengatakan ingin pergi.

"Dia beliin gue makan, udah gak nafsu, pengen muntah. Gue jawab gak mau. Terus dia minta tolong gue buat ngeluarin. Anjing! Bajingan!"

Sebelum melakukan pelecehan, CEO itu mengatakan dirinya menerima cewek itu sebagai pekerjanya. Ia juga meminta sang cewek bekerja di apartemennya dan berjanji akan memberikan barang-barang.

Namun, cewek ini akhirnya menolak dengan tegas. Ia akhirnya diizinkan CEO tersebut untuk keluar dari apartemennya. Cewek ini juga telah dijemput temannya.

"Kalau dengan gaji seperti itu saya harus seperti ini, sorry aja saya gak mau. Karena sudah banyak yang nawarin saya buat jadi gadun dengan tawaran duit gede tapi saya tetep gak mau, apalagi cuma ditawarin gaji segini. Sorry saya gak mau."

"Akhirnya dia pakai celana, terus mempersilahkan gue pulang. Itu posisi temen gue ngebut min, dari Bekasi ke Jakarta Selatan dalam waktu gak sampe sejam. Udah di situ gue keluar."

Begitu bertemu temannya, cewek ini langsung bertanya ke resepsionis mengenai CEO. Ternyata, apartemen itu bukan milik CEO. Ia hanya menyewanya untuk hari ini.

"Temen gue turun niat mau cari si bajingan, tapi gak ada. Terus dia ngobrol lah sama si receptionist dan ngejelasin semuanya. Dan lu tau min? Ternyata itu apartemen bukan punya dia."

"Itu apartemen dia sewa, baru tadi dia sewa. Dan setelah itu, dia gak ada ngerasa bersalah. Dia hidup dengan normal, gue hidup dengan keadaan gue yang kayak begini. Gak bisa gue laporin juga."

Cerita ini langsung dibanjiri beragam komentar warganet. Mereka menghujat CEO yang melakukan pelecehan dengan modus membuka rekrutmen di perusahaannya.

"Ayo teman teman bantu jadi Intel, biar gak ada korban lagi," ajak warganet.

"Serem banget," sahut warganet.

"Hati-hati banget kalau interview di linkedin dan dirasa perusahaan masih baru banget. Gue hampir aja kena. Ditawarin langsung sama CEO nya. Tapi pas dikasih tahu tempat interviewnya langsung gue cut. Eh dia malah marah-marah," beber warganet.

"Kenapa si anjir korban harus takut ngehidden pelaku. Dia (pelaku) aib, sekalian bongkar aja. bejat banget sial. Orang salah malah ditutupin aibnya, orang lain salah dikit dighibahin kemana-mana. Kayaknya budaya kita kalau ada tersangka justru disembunyiin, aneh," komentar warganet.

"Kalau ada yg mikir 'Kok mau diajak ke apartemen'. 'Kok ga ngelawan', ayo bangsat sini tawuran. Perempuan udah selalu dikondisikan positif thinking sehingga korban bener-bener mikir bakalan pure interview di apartemen. Also, kalo ngelawan sendirian trus dibunuh ga lucu," tambah yang lain.

Load More