Suara.com - Sejumlah warga masih ditemukan berkerumun di beberapa titik jalan di sekitar Jakarta. Mereka diduga hendak melakukan mobilitas guna merayakan pergantian malam tahun baru 2022.
Hal ini diketahui berdasar hasil patroli yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, dan Pangdam Jaya Mayjen Mulyoaji.
Berdasar pantauan suara.com pada Jumat (31/12/2021) sekitar pukul 23.20 WIB, kerumunan warga di antaranya ditemukan di sekitar Jalan Gajah Mada dan Gambir.
Polda Metro Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri sejatinya telah menerapkan kebijakan crowd free night di malam tahun baru. Tujuannya, untuk menekan mobilitas warga agar tidak terjadi kerumunan yang berpotensi menimbulkan klaster baru penularan Covid-19.
Kebijakan crowd free night ini digelar di 11 kawasan Jakarta. Pelaksanaannya dimulai sejak pukul 22.00-04.00 WIB.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo ketika itu menegaskan, saat kebijakan crowd free night dimulai, semua kendaraan dilarang melintas. Bukan hanya itu, pejalan kaki hingga pesepeda pun turut dilarang.
"Itu sebabnya namanya crowd free night bukan car free night karena pejalan kaki dan pesepeda enggak boleh melintas juga," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (31/12/2021).
Berikut 11 kawasan yang menerapkan kebijakan crowd free night:
1. Jalan Asia Afrika
2. Jalan Gunawarman - Jalan Senopati - SCBD
3. Mahakam - Bulungan - Barito 1
4. Thamrin - Sudirman
5. Kota Tua
6. Seputaran Monas
7. Kemayoran
8. Pantai Indah Kapuk 2
9. Kemang
10. Banjir Kanal Timur (BKT)
11. Kawasan Danau Sunter.
Baca Juga: Crowd Free Night Resmi Diberlakukan, Kawasan Monas Mendadak Sunyi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT