Suara.com - Seekor banteng ngamuk terekam kamera masuk secara acak ke sebuah restoran di Taizhou, Jiangsu, China Timur dan menyerbu pelanggan di dalamnya.
Menyadur Daily Mail Senin (17/1/2022), video yang direkam pada akhir tahun 2021 ini menunjukkan banteng menyerbu restoran, menabrak pria dan menjatuhkannya.
Pria yang menderita luka di kaki ini diseret ke tempat aman oleh temannya sementara banteng mengamuk di sekitar restoran, membalikkan meja dan kursi sebelum akhirnya melarikan diri.
Dari video yang dibagikan akun Twitter Now This News, terlihat dua pria ini sedang berdiri di dalam restoran beberapa detik sebelum hewan brutal itu muncul di balik pintu plastik di depan restoran.
Banteng ngamuk itu langsung menyerang pria yang mengenakan jaket bermotif cerah yang sempat minum beberapa detik sebelumnya.
Dengan tanduknya, banteng menyeruduk dan melemparkannya dari kaki hingga jatuh terpental. Temannya yang terkejut bergegas mendekat dan menyeretnya ke samping, menjauh dari binatang besar itu.
Selama beberapa detik, banteng tetap berada di sana, tapi dentuman dan benturan terdengar sebelum kembali ke depan restoran.
Banteng itu dilaporkan kabur dari toko daging beberapa saat sebelum disembelih dan berkeliaran di sekitar restoran dengan melihat ke luar jendela selama beberapa saat.
Hewan itu kemudian berbalik dan berjalan ke ruang sebelah di restoran di mana lebih banyak dentuman dan benturan dapat terdengar.
Meja dan kursi terlempar ke sekeliling ruangan sebelum banteng kembali masuk ke bagian utama toko. Setelah beberapa detik menatap keluar pintu, banteng itu akhirnya berlari melalui tirai plastik dan melarikan diri.
Beberapa saat kemudian, teman pria itu berlari keluar toko untuk minta bantuan dan kembali dengan sejumlah orang yang memeriksa kerusakan dan pria yang terluka itu.
Pria itu menderita luka di kakinya dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka