Suara.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, kekinian bukan lagi saatnya memperdebatkan setuju atau tidak dengan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN). Kendati memang menurut JK memindahkan ibu kota bukan persoalan yang mudah.
Pernyataan tersebut disampaikan JK dalam diskusi yang digelar pada acara pembukaan Rakernas PKS di Kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) pada Senin (31/1/2022).
"Apakah soal aspirasi IKN, saya kira sekarang bukan waktunya lagi untuk berdebat karena itu sudah disetujui DPR pemerintah. DPR sudah setuju ya walaupun PKS di situ tidak setuju," katanya
"Tapi kita percaya kepada menjalani demokrasi yang pendapat besar itu menjadi hal yang disetujui. Jadi bukan lagi debat setuju tidak," sambungnya.
JK menilai, menjalankan pemindahan ibu kota negara bukan perkara yang gampang. Bahkan, menurutnya, jika berkaca dari negara-negara lain pemindahan ibu kota bisa memakan waktu 20 tahun.
"Pemindahan ibu kota itu dan itu semua orang memperkirakan sepengalaman dengan negara lain butuh 20 tahun baru bisa sempurna. Apalagi, kita bukan negara federal sebenarnya yang pindah ibu kota negara, negara federal," tuturnya.
Untuk itu, JK berharap agar semua pihak justru melakukan kerja sama. Ia kembali menegaskan saat ini bukan lagi saatnya berdebat.
Kendati begitu, JK memprediksi ke depan pemindahan ibu kota negara akan menemui masalah.
"Bahwa ini nanti akan ada masalah, pasti akan ada masalah, masalah anggaranlah, masalah lokasi dan sebagainya. Tapi itu tugas pemerintah untuk menyelesaikan itu," katanya.
Baca Juga: UU IKN Disahkan, Danrem Antasari Cek Kesiapan Prajurit yang Bakal Kawal Pemindahan Ibu Kota Baru
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim