Suara.com - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla atau JK berbicara mengenai toleransi berbangsa dan beragama.
Jusuf Kalla membahas soal toleransi berbangsa dan beragama yang menjadi sorotan akhir-akhir ini.
Menurutnya, apabila ingin hidup toleran maka harus mengedepankan sikap adil kepada masyarakat.
Dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Jusuf Kalla juga menyebutkan soal keadilan dalam Pancasila.
Dia mengatakan, terdapat kata adil dan keadilan dalam Pancasila.
"Keadilan, adil, dua kali disebut dalam Pancasila. Sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab dan kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya, dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, Rabu (2/2/2022).
JK menyebut bahwa kata adil memiliki suatu makna yang besar dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
Ia juga mendorong agar para pemimpin maupun penegak hukum bersikap adil.
Menurutnya, tanpa keadilan maka akan terjadi perpecahan.
Baca Juga: Minta Hentikan Perdebatan Pemindahan Ibu Kota Negara, Jusuf Kalla: Pasti Akan ada Masalah
Selain itu, JK juga memberikan perhatian mengenai perbedaan pendapat yang berujung gesekan hingga konflik.
Namun, perbedaan pendapat itu justru dimaknai sebagai sikap radikal.
"Radikal itu timbul kalau, seperti yang saya katakan dari 15 konflik pemberontakan yang besar di Indonesia selama 75 setahun itu, 10 karena ketidakadilan. Mulai dari PRRI/Permesta, DI/TII, masalah Aceh. Orang Aceh pikir itu masalahnya agama, tidak, itu masalah ketidakadilan ekonomi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Soal Capres yang Akan Diusung, Sekjen DPP PKS Singgung Genjot Elektabilitas: Masih Ada Waktu 1 Tahun 8 Bulan
-
Soroti Pemindahan Ibu Kota Negara, Jusuf Kalla: Bukan Hal Gampang
-
Minta Hentikan Perdebatan Pemindahan Ibu Kota Negara, Jusuf Kalla: Pasti Akan ada Masalah
-
Saling Menjunjung Sikap Toleransi, Tiga Artis Mualaf Rayakan Imlek
-
Kekurangan Chip Semikonduktor Diprediksi Bertahan Sampai 2022
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi