Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut telah meminta agar level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinaikan. Usulan ini akan disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Panjaitan.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Riza menyebut usulan ini merupakan hasil rapat internal jajaran Pemprov DKI yang digelar Rabu (2/2/2022) siang.
"Kita usulkan untuk mempertimbangkan kembali level di DKI Jakarta, Jawa," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (2/2/2022).
"Iya itu kita mempertimbangkan, perlu dipertimbangkan apakah kita tetap di level 2 atau level 3," tambahnya menjelaskan.
Riza menuturkan, usulan ini nantinya akan dibahas oleh Luhut dan jajarannya selaku koordinator PPKM Jawa-Bali. Meski sudah diusulkan, belum tentu level PPKM akan dinaikan.
"Ya semua didiskusikan ya, jadi kan tidak bisa sepihak, Pemprov itu mengusulkan perlunya kenaikan ya, kenaikan semuanya, tapi semua kita diskusikan," jelasnya.
Riza juga mengatakan kenaikan level PPKM ini tidak bisa dilakukan di Jakarta saja. Daerah lainnya seperti di Jawa Barat dan Banten juga perlu dinaikan levelnya karena angka penularan Covid-19 yang meroket.
"Kita lihat daerah-daerah lain, kan ada interaksi, saling berhubungan," pungkasnya.
Baca Juga: Viral Video Kerumunan Diduga Perayaan Imlek di Sebuah Mal, Netizen: Siapa yang Kasih Izin sih?
Berita Terkait
-
Umumkan Positif Covid-19, Naysilla Mirdad Ngaku Pernah Abaikan Prokes Saat Varian Omicron Masuk Indonesia
-
Positif Covid-19 Varian Omicron, Randy Pangalila Dirawat di Rumah Sakit
-
Viral Video Kerumunan Diduga Perayaan Imlek di Sebuah Mal, Netizen: Siapa yang Kasih Izin sih?
-
Merasa Sudah Lewati Puncak Gelombang Varian Omicron, Prancis Mulai Longgarkan Aturan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar