Suara.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan terduga teroris berinisial AA sebagai saksi dalam kasus dugaan terorisme yang menjerat Munarman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Rabu (2/2/2022). Saksi diketahui merupakan mantan anggota FPI.
Nada kekesalan terdengar dari AA saat dia dicecar dengan sejumlah pernyataan terkait pengetahuannya mengenai keberadaan polisi saat acara seminar berkedok baiat ISIS dan konvoi yang diduga dihadiri Munarman.
"Tadi acara tanggal 24 itu ada polisinya enggak? Ada pihak keamanan, ada enggak tanggal 24 saudara hadir?" tanya kuasa hukum Munarman.
"Ada pun keamanan pada saat itu mungkin dia cuman mengatur lalu lintas saja," jawab AA.
Mendengar jawaban tersebut pengacara Munarman tidak puas, karena AA langsung menyimpulkan.
"Saudara itu menyimpulkan. Belum ditanya menyimpulkan, saudara kan ditanya?" katanya.
"Saudara bertanya, saya menjawab," tegas AA.
Kuasa hukum Munarman secara terus-terusan mencecar AA terkait pengetahuannya mengenai keberadaan polisi. Hingga tiba pada pertanyaan terkait pakaian yang dikenakan oleh aparat pada saat itu.
"Seragam TNI apa polisi?" tanya kuasa hukum Munarman.
"Mungkin anda lebih tahu, tanya kepada rumput saja yang bergoyang," jawab AA kesal.
Tak terima dengan jawaban itu, kuasa hukum Munarman mengingatkan AA.
"Saudara itu ditanya fakta, saksi fakta, pertanyaan saya-kan tentang fakta, saya rasa pertanyaaann saya tidak ada lucu-lucunya," tegasnya.
Untuk diketahui AA merupakan satu dari 19 terduga teroris yang ditangkap di Makassar. Belasan terduga teroris itu juga disebut bagian dari anggota FPI.
Melalui video singkat yang sempat viral di media sosial AA mengatakan dirinya berbaiat ke Abu Bakar Al Baghdadi, pimpinan ISIS.
Kegiatan itu berlangsung saat deklarasi FPI mendukung Daulatul Islam pada Januari 2015 silam.
Berita Terkait
-
Tujuh Narapidana Teroris Dilimpahkan ke Kanwil Jawa Timur dari Rutan Bogor
-
Sebut Arahkan Saksi Buat Kesimpulan, Kuasa Hukum Munarman Keberatan dengan Pertanyaan JPU
-
Eks Anggota FPI Blak-blakan di Sidang: Keluarga Idolakan Munarman hingga Termotivasi Hijrah ke Suriah
-
Curhat di Sidang, Terduga Teroris Ngaku Gencar Berlatih Menembak Setelah Dengar Ceramah Munarman
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan