Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menerima kunjungan Bupati Tabalong Kalimantan Selatan, Dr. Drs. H. Anang Syakhfiani. Pertemuan tersebut diketahui untuk menyampaikan usulan rekomendasi pembangunan sarana olahraga di daerah Tabalong.
"Kita tahu Tabalong ini adalah kabupaten yang walaupun berada di Kalimantan Selatan. Tetapi berbatasan langsung dengan calon Ibu Kota Negara yakni Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Maka, untuk pengembangan kedepan tentu kita butuhkan sebagai penyangga Ibu Kota Negara juga ada fasilitas yang lengkap terutama untuk sarana dan prasarana olahraga," kata Menpora Amali, di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/2/2022).
Menurutnya, selama pertemuan tersebut berlangsung, dirinya bersama Bupati sudah banyak berdiskusi terkait rencana pembangunan fasilitas olahraga tersebut termasuk terkait lahan.
Selanjutnya, Kemenpora akan menindaklanjuti usulan tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan realisasi dari usulan itu mengingat Kemenpora sudah tidak lagi berwenang dalam pembangunan fisik infrastruktur olahraga.
"Saya berharap ini tidak terlalu lama bisa terealisasi, sehingga sejalan dengan pembangunan Ibu Kota Negara. Maka fasilitas penunjang yang ada di sekitarnya sebagai penyangga ibu kota itu juga dibangun bersamaan secara paralel dengan pembangunan Ibu Kota Negara," harap Menpora Amali.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Bupati Tabalong Kalimantan Selatan, H. Anang Syakhfiani mengatakan Kabupaten Tabalong berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim. Sehingga untuk kepentingan nasional kedepan perlu dibangun sarana olahraga yang lengkap.
"Hari ini alhamdulillah kami bisa diterima pak menteri, ada dua usulan yang kami sampaikan yang pertama pembangunan stadion utama skala nasional kemudian gedung olahraga berskala nasional. Kami berharap ini bisa sebagai sumbangsih Tabalong untuk meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Zodiak Kesehatan Kamis, 2 Februari 2022: Sagitarius, Jaga Diri dengan Olahraga Ketat
-
Latihan Mendasar dalam Sepak Bola Itu Ada 2, Kamu Harus Tau!
-
5 Rekomendasi Film Bertema Olahraga yang Memotivasi dan Inspiratif di Netflix
-
8 Perlengkapan Wanita yang Harus Dibawa saat ke Gym, Jangan Ketinggalan
-
Mudah, Ini 5 Cara Defisit Kalori Makanan Tanpa Harus Menghitungnya!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya
-
Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur
-
Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri
-
Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter
-
6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara
-
Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI
-
Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN
-
Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut
-
Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali
-
Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan