Suara.com - Bagi para calon mahasiswa yang mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan mempertimbangan pilihan universitas dan program studi yang dipilih. Jurusan di UPN Jogja bisa jadi pertimbangan Anda.
Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat memilih UPN Veteran Yogyakarta sebagai salah satu pilihan kampus untuk mengikuti SNMPTN dan SBMPTN. Lalu apa saja jurusan di UPN Jogja dan bagaimana akreditasinya?
Universitas negeri yang berlokasi di Kabupaten Sleman ini cukup populer dan memiliki jurusan yang memiliki peminat yang sangat banyak. Seperti yang diketahui, UPN Veteran Yogyakarta ini merupakan universitas yang dibina langsung oleh Departemen Pertahanan Republik Indonesia dan oleh karenanya jurusan ini memiliki julukan kampus bela negara.
UPN Veteran Yogyakarta menjadi perguruan tinggi negeri termuda di Indonesia. Hal ini dikarenakan UPN Veteran Yogyakarta baru saja menyandang sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) pada tahun 2014. Sebelumnya kampus bela negara tersebut merupakan perguruan tinggi swasta (PTS).
Hingga kini, UPN Veteran Yogyakarta memiliki lima fakultas dengan jenjang diploma, sarjana, master dan doktoral. Berikut ini daftar jurusan di UPN Jogja beserta akreditasinya yang perlu diketahui oleh para pejuang PTN.
1. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Program Sarjana (S1)
- Manajemen (A)
- Akuntansi (A)
- Ilmu Ekonomi Pembangunan (A)
Program Master (S2)
- Ilmu Ekonomi (B)
- Manajemen (B)
2. Fakultas Pertanian
Baca Juga: Jadwal dan Tata Cara Pendaftaran SBMPTN Universitas Andalas Tahun 2022
Program Sarjana (S1)
- Agroteknologi (A)
- Ilmu Tanah (B)
- Agribisnis (A)
Program Master (S2)
- Manajemen Agribisnis (B)
3. Fakultas Teknik Industri
Program Diploma (D3)
- Teknik Kimia (B)
Program Sarjana (S1)
- Teknik Industri (B)
- Teknik Informatika (B)
- Teknik Kimia (B)
- Sistem Informasi (terakreditasi)
Program Master (S2)
Berita Terkait
-
Jadwal dan Tata Cara Pendaftaran SBMPTN Universitas Andalas Tahun 2022
-
Cek Jadwal Seleksi SBMPTN 2022, Berikut Ini Persyaratan hingga Cara Daftarnya
-
Terjawab! Kapan SBMPTN 2022, Cek Jadwal Seleksi, Persyaratan hingga Cara Daftarnya
-
5 Jurusan Kuliah yang Menjanjikan Gaji Tinggi, Calon Mahasiswa Harus Tahu Sebelum Daftar SNMPTN dan SBMPTN 2022
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?