Suara.com - Ibu-ibu yang terekam sedang duduk menangis di bangku depan kamar rumah sakit telah menjadi viral di media sosial.
Video itu menjadi viral dan masuk konten FYP TikTok usai diunggah oleh akun @heysadar, Selasa (8/2/2022).
"Kena banget #fyp," tulisnya dengan menyematkan emoji menangis dalam keterangan unggahan seperti dikutip Suara.com, Selasa (8/2/2022).
Dalam video, terlihat seorang ibu-ibu berbaju kuning yang duduk di bangku depan kamar rawat inap di sebuah rumah sakit.
Ibu-ibu terlihat sedang menangis saat menghubungi seseorang dengan ponsel yang dibawanya.
Video itu direkam oleh salah seorang yang saat itu juga menunggu kerabatnya di rumah sakit.
Menurut keterangan, ibu tersebut menangis karena suaminya yang meninggal sementara tidak ada anak yang menemaninya di rumah sakit.
"Singkat cerita ibu ini menangis karena suaminya meninggal dan ga ada satupun anaknya yang menemani di rumah sakit," tulis keterangan akun tersebut.
Ibu-ibu terus mengusap air matanya sembari berbicara dengan seseorang di telepon. Saat itu ia terus menangis sesenggukan.
Baca Juga: Pergi saat Paket COD Datang, Pemilik Rumah Simpan Uang Dalam Benda Ini: The Real Uang Dingin
Menurut informasi, diduga anaknya berat meninggalkan pekerjaan sehingga tidak bisa menemani orangtuanya di rumah sakit.
Ponsel yang dipegang oleh ibu-ibu tersebut juga merupakan ponsel milik tetangga kamar sebelah suaminya dirawat.
"Simpang siur anaknya berat ninggalin kerjaannya. HP pun pinjem tetangga kamar sebelah," tulis keterangan video.
Perekam video ini lalu menyatakan bahwa ia tidak tahu kelanjutan kisah ibu-ibu itu karena setelah itu ibu tersebut pulang dan nenek dari perekam video ini meninggal dunia.
"dan semoga ibunya diberi kesehatan dan umur panjang," tulis pemilik akun mendoakan ibu-ibu tersebut.
Melihat video tersebut, warganet lantas menuliskan beragam komentar. Tak sedikit warganet yang turut bersedih melihat ibu-ibu itu.
Berita Terkait
-
Jantungan Lihat LCD Laptop Rusak Saat Bangun Tidur, Cewek Ini Langsung Berubah Jadi Penulis Demi Minta Maaf ke Ibu
-
Viral Bibi Ketar-ketir Terciduk Keponakan Lagi TikTokan Pakai Baju Begini, Ending Tuai Pujian
-
Pergi saat Paket COD Datang, Pemilik Rumah Simpan Uang Dalam Benda Ini: The Real Uang Dingin
-
Viral Wanita Berdiri di Bawah Hujan Petir Sambil Direkam, Alasan di Baliknya Nyesek Banget, Videonya Gemparkan TikTok
-
Emak Beli Gigi Palsu Rp 200 Ribu, Wujudnya Tak Sesuai Ekspektasi Bikin Publik Bersyukur: Untung Belum Beli
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar