Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menghadiri pertemuan Retreat Menteri Luar Negeri ASEAN yang digelar di Kamboja, Kamis (17/2/2022).
Retno menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi menyampaikan beberapa hal.
Dalam pertemuan tersebut, Sekjen Lim mendorong semua negara ASEAN mengimplementasikan semua kesepakatan terkait penanganan dan pemulihan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
"Pertama, mendorong semua negara ASEAN untuk mengimplementasikan semua kesepakatan terkait penanganan dan pemulihan ekonomi agar kawasan Asia Tenggara dapat segera pulih," ujar Retno dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (17/2/2022).
Beberapa inisiatif tersebut kata Retno termasuk Covid-19 ASEAN Response Fund dan penyaluran vaksin.
"Covid-19 ASEAN Response Fund yang saat ini sudah mencapai USD30 juta dari 22 negara. Penyaluran vaksin untuk negara ASEAN diperkirakan dapat disampaikan paling lambat kuartal kedua tahun 2022," ucap dia.
Selanjutnya Sekjen Lim menyampaikan terkait operasionalisasi ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework untuk memfasilitasi pergerakan dan aktivitas yang aman dan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang mulai berlaku 1 Januari tahun ini. Sehingga diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi di kawasan.
Selain itu, Sekjen Lim juga menjelaskan berbagai inisiatif negara anggota ASEAN dalam menanggapi keadaan darurat kemanusiaan yakni sebagai akibat dari bencana alam di kawasan.
Dalam arahannya, Sekjen Lim kata Retno mengusulkan ASEAN dapat mereplikasi model Desa Palu di Indonesia pada tahap pemulihan untuk masyarakat lokal pascabencana.
Terkait bantuan kemanusiaan di Myanmar, tercatat nilai pasokan peralatan medis penanganan covid-19 telah disalurkan sebanyak lebih dari USD 7,6 juta.
"Total nilai pasokan peralatan medis penanganan covid-19 di Myanmar yang telah disalurkan adalah lebih dari USD 7,6 juta dan dilakukan dalam tiga tahap kepada 17 negara bagian dan wilayah Myanmar," papar dia.
Lebih lanjut, Retno menyebut dalam arahannya, Sekjen Lim melaporkan bahwa proyek untuk meningkatkan kesiapan lokal Myammar untuk mendukung proses repatriasi telah selesai.
"Beberapa proyek lainnya masih berjalan dan ada beberapa proyeknya masih dibahas," kata Retno.
Retno juga menjelaskan bahwa terdapat lima agenda yang dibahas dalam pertemuan Retreat Menlu ASEAN diantaranya tindak lanjut KTT 38 dan 38, isu kawasan internasional dan isu lainnya.
"Pada Pertemuan Retreat kali ini kita membahas lima mata agenda agenda yaitu tindak lanjut KTT 38 dan 39 ASEAN, isu terkait hubungan dengan negara lain, kemudian prioritas keketuaan Kamboja isu kawasan dan internasional serta atau isu lainnya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli