Suara.com - Sedikitnya 350 warga Aceh mendeklarasikan dukungannya terhadap Airlangga Hartarto menjadi Presiden RI pada 2024 mendatang di Taman Seni dan Budaya Banda Aceh pada Rabu (23/2/2022).
Ratusan orang yang tergabung dalam Relawan Airlangga Presiden Indonesia (RAPI) 2024 itu datang dari beberapa wilayah di Aceh mulai dari Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Pidie Jaya, Bireun, Bener Meriah serta daerah lainnya. Setelah Aceh, deklarasi RAPI ini akan terus digelar di kota-kota lain di Indonesia.
Ketua RAPI Iqbal Mahidin mengatakan para relawan itu hadir tanpa paksaan dan berkumpul di Taman Budaya seraya meneriakkan yel-yel "Airlangga Presiden, 2024 Menang Menang Menang!"
"Seluruh relawan yang hadir ini benar-benar militan, tanpa paksaan. Mereka datang dari wilayah-wilayah yang cukup jauh, berkumpul di sini untuk ikut mendukung Airlangga Hartarto sebagai Presiden di 2024 nanti," katanya.
Dirinya pun menjelaskan alasannya memilih Ketua Umum Partai Golkar karena mampu menangani beberapa persoalan dalam negeri. Terutama ketika Menko Perekonomian itu berupaya memulihkan perekonomian di Indonesia saat pandemi COVID-19.
"Pak Airlangga ini jasanya banyak sekali untuk Indonesia. Beliau orang yang sangat dipercaya Presiden Jokowi, terutama dalam penanganan kasus covid-19, dan dalam ajang presidensi G20 juga turut andil," ujarnya.
Begitu juga dalam program kartu prakerja yang dinilainya sangat membantu masyarakat. Karena ketika pandemi, tidak sedikit pekerja yang dirumahkan bahkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Dalam program kartu Pra Kerja juga Provinsi Aceh ikut merasakan manfaatnya, sekitar 2 juta orang mendapat Kartu Pra Kerja, saya salah satunya," pungkasnya.
Baca Juga: Jokowi Panggil Menaker Ida Fauziyah dan Menko Airlangga, Minta Aturan JHT Direvisi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT