- Megawati Soekarnoputri melantik pengurus DPP Taruna Merah Putih periode 2025-2030 di Jakarta pada 11 Agustus 2026.
- Pemilih muda dari kalangan milenial dan Gen Z diproyeksikan mendominasi hingga 56 persen pada Pemilu 2029 mendatang.
- Ketua Umum TMP Diah Pikatan meluncurkan program Politik Menjadi Asik guna mendekatkan generasi muda kepada dunia politik.
Suara.com - PDI Perjuangan secara resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Pusat Taruna Merah Putih (DPP TMP) masa bakti 2025-2030 di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/8/2026).
Langkah ini menegaskan fokus partai dalam memperkuat basis dukungan di kalangan generasi muda Indonesia.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik, Puan Maharani.
Dalam arahannya, Megawati menekankan pentingnya TMP sebagai wadah pendidikan politik bagi anak muda.
“Setelah pelantikan ini, TMP harus langsung bekerja membangun bonding dengan generasi muda. Jadilah ruang terbuka bagi generasi muda Indonesia untuk melakukan pendidikan politik, membangun semangat juang, dan kerja-kerja nyata di tengah rakyat,” ujar Megawati dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Ketua Umum DPP TMP yang baru dilantik, Diah Pikatan O. P. Haprani, menyatakan bahwa kehadiran pengurus baru ini merupakan momentum strategis.
Mengacu pada data KPU RI per Juli 2026, pemilih muda dari kalangan Milenial dan Gen Z diperkirakan akan mendominasi hingga 56 persen dari total pemilih pada Pemilu 2029 mendatang.
“Anak muda sekarang sudah jadi wajahnya Indonesia. Di 2029 nanti, lebih dari separuh pemilih itu anak muda. Karena itu, semangat kerja kita ke depan cuma satu: Politik Menjadi Asik. Kita mau bikin anak muda nyaman kenalan sama politik, sama PDI Perjuangan, tanpa merasa terbebani,” tutur Pinka.
Pinka menambahkan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah persepsi negatif generasi muda terhadap dunia politik. Melalui gerakan "Politik Menjadi Asik", TMP berupaya mengubah pandangan bahwa politik itu menakutkan.
Baca Juga: Hasto Minta Agustus Diisi Kegiatan Positif, Bukan Demo: Kritik Tetap Boleh
“Masih banyak anak muda mikir politik itu kotor dan nyeremin. Nah, ini yang mau kita ubah bareng-bareng,” imbuhnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pinka memaparkan dua tahap program kerja TMP selama lima tahun ke depan, yaitu tahap "Pintu Masuk" dan tahap "Pendalaman".
“Caranya, kita jalan dua tahap. Pertama, Pintu Masuk bikin ruang yang asik dan nyaman buat anak muda pertama kali mengenal politik. Kedua, Pendalaman begitu mereka udah nyaman, kita ajak lebih jauh, tumbuh jadi kader yang beneran punya jiwa pelopor. Dua tahap ini yang bakal jadi panduan kita bikin program dan kegiatan TMP lima tahun ke depan,” jelasnya.
Selain membangun citra politik yang menyenangkan, Pinka menegaskan bahwa kader muda TMP tetap diinstruksikan untuk memiliki kepekaan sosial dan turun langsung ke lapangan sesuai amanat Ketua Umum partai.
"Kami di TMP saat mengingat apa yang Bu Mega sampaikan bahwa kader-kader muda harus turun langsung ke tengah rakyat, khususnya di antara generasi muda untuk mendengar aspirasi mereka serta membantu menyelesaikan persoalan mereka,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Hasto Minta Agustus Diisi Kegiatan Positif, Bukan Demo: Kritik Tetap Boleh
-
Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah, Solusi Efisiensi atau Malah Berisiko?
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
Hak Jawab dan Koreksi Deddy Sitorus soal Artikel Suara.com
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?
-
Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar