Suara.com - Pengamat politik Asrinaldi menilai sosok yang cocok untuk duet bersama Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Asrinaldi menyebutkan satu nama yang menurutnya cocok digaet Prabowo di Pilpres 2024.
Dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, sosok tersebut merupakan salah satu kader PDIP yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Menurut Asrinaldi, Prabowo akan sulit dikalahkan dalam Pilpres 2024 jika ia menggaet Ganjar Pranowo sebagai cawapres.
"Sangat tepat sekali mereka berpasangan karena segmen pemilihnya juga berbeda," kata Asrinaldi, dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Sabtu (26/2/2022).
Menurutnya, Ganjar Pranowo memiliki daya tarik yang sangat kuat di masyarakat, terutama di kelas bawah.
Segmen tersebut dinilai pas dengan Prabowo yang memiliki kedekatan dengan kelompok pemilih Islam.
"Ganjar mempresentasikan wong cilik, kelas bawah dan itu sangat menguntungkan," ujarnya.
Asrinaldi mengungkapkan, suara Prabowo dan Ganjar akan memiliki satu lawan yaitu Anies Baswedan.
Baca Juga: Pengamat Nilai Anies-Emil Sulit Berduet di Pilpres 2024, Pelaku Pemalsuan Surat Swab Ditangkap
Pasalnya, Anies Baswedan juga dinilai memiliki ketokohan yang dekat dengan Islam.
Ditambah, jika Anies Baswedan menggaet pasangan yang kuat dengan representatif masyarakat kelas bawah.
Diketahui, berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, Ganjar Pranowo berada di bawah Prabowo Subianto.
Prabowo berada di puncak dengan elektabilitas 26,5 persen.
Sementara itu, pada urutan ketiga terdapat Anies Baswedan dengan elektabilitas mencapai 14,2 persen.
Berita Terkait
-
Kader Gerindra Tunggu Jawaban Prabowo Subianto untuk Deklarasi sebagai Capres
-
Rizal Ramli Puji Keputusan Megawati Soal Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
-
Pengamat Nilai Anies-Emil Sulit Berduet di Pilpres 2024, Pelaku Pemalsuan Surat Swab Ditangkap
-
Kapolri Minta Forkopimda Aceh Berupaya Maksimal Tekan Angka Kasus Positif Covid-19
-
Anies-Emil Kembali Tunjukan Kemesraan, Pengamat: Sulit Kalau Berduet di Pilpres 2024
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan
-
Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar