Suara.com - Pelanggan yang memesan barang melalui online shop dan memilih sistem pembayaran di tempat atau COD wajib membayar paketnya ketika datang.
Namun, ibu-ibu yang terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @terangmedia ini rupa-rupanya menolak untuk membayar paket COD yang sudah diantar oleh kurir.
Video tersebut direkam oleh kurir yang mengantarkan paket milik ibu itu. Kurir ini juga masih berada di depan pintu menunggu ibu-ibu itu mau membayarnya.
"Seorang customer tidak mau membayar barang yang ia beli di olshop dengan sistem COD karena barangnya tidak sesuai," tulis keterangan akun @terangmedia dikutip Suara.com, Selasa (1/3/2022).
Bahkan, ibu-ibu itu juga terlibat perdebatan dengan kurir yang mengantarkan paketnya. Menurut informasi, kurir sudah mengingatkan untuk tidak membukanya sebelum dibayar.
Dalam keterangan video, peristiwa itu terjadi di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Ibu-ibu itu sudah membuka barang yang dipesannya melalui online shop. Namun, ia tidak mau membayarnya karena barang yang dipesan tidak sesuai usai dibuka.
"Setelah dibuka ternyata barangnya tak sesuai dan customer memaksa untuk mengembalikannya, tetapi pihak kurir menolak karena paketan sudah dibuka dan pembungkusnya sudah rusak maka harus dibayar," lanjut keterangan unggahan.
Kurir pun sudah mengatakan bahwa barang tidak bisa dikembalikan karena sudah dibuka.
Baca Juga: Viral Perempuan Menikah Beda 18 Tahun, Warganet: The Real Jodoh Belum Lahir
"Saya videoin nih. Soalnya paket udah dibuka," ucap kurir saat ibu tersebut tetap menolak membayar paket COD yang sudah diantar.
Video tersebut juga menunjukkan bahwa paket itu telah terbuka. Wanita yang diduga anak dari ibu itu meminta untuk pembatalan pesanan.
Kurir pun menjawab bahwa pesanan tidak bisa dibatalkan karena paket sudah dibuka dan bungkusnya sudah rusak.
"Nggak bisa teh, paket sudah masuk setoran kalau sudah dibuka," kata kurir.
Paket tersebut diketahui berisi sepasang sandal. Tidak diketahui alasan yang mendasari ibu-ibu itu menolak membayar paketnya.
Dari percakapan, terdengar ibu-ibu itu memesan dua pasang sandal, tetapi hanya datang satu pasang.
Berita Terkait
-
Masya Allah, Warga Dibuat Kagum Melihat Seekor Anjing Begitu Khidmat Mendengar Kumandang Azan Magrib
-
Viral Perempuan Menikah Beda 18 Tahun, Warganet: The Real Jodoh Belum Lahir
-
Ironi, Jalan Rusak di Babulu PPU Diperbaiki Masyarakat yang Diduga Lelah Mengeluh, Warganet Sindir Pemerintah: Lambat
-
Resah Ibu Mertua Selalu Minta Uang, Saat Pulang Kampung Pasangan Ini Kaget Dapati Sosok Tak Biasa di Kamarnya
-
Viral! Cara Wirda Mansur Pakai Serum Jadi Bulan-bulanan Warganet, Dokter Kecantikan Angkat Suara
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang