News / Nasional
Kamis, 03 Maret 2022 | 16:53 WIB
Penampakan desain Istana IKN Nusantara. [Istimewa]

Suara.com - Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionl (PPN)/Bappenas Velix Vernando Wanggai mengungkapkan, sedikitnya bakal ada 1,9 juta orang akan menjadi penduduk di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Penambahan jumlah penduduk tersebut, menurut Velix, secara bertahap akan terwujud pada 2045 sebagai rencana panjang pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN Nusantara.

"Desain kotanya, dalam konteks rencana induknya adalah sekitar 1,7 hingga 1,9 juta penduduk yang didesain untuk menempati wilayah di ibu kota," kata Velix dalam diskusi Kosadata pada Kamis (3/3/2022).

Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Velix Wanggai dalam diskusi Kosadata. [Tangkapan layar]

Menurutnya, antisipasi pemindahan jutaan orang ini sudah berdasarkan studi tata kota terhadap negara yang pernah melakukan perpindahan ibu kota yaitu, Kazakhstan yang ibu kota barunya kini berada di Nursultan.

Dijelaskan Velix, desain jumlah penduduk di Nursultan ditargetkan mencapai 300 ribu orang dan dimungkinkan bakal terus bertambah hingga satu juta orang.

"Kami menyadari bahwa memang harus diantisipasi sebuah skenario jumlah penduduk," ujarnya.

Namun, Velix belum menjelaskan skenario yang akan disiapkan Bappenas untuk mengatasi pertambahan jumlah penduduk IKN ke depannya.

Selain itu, terdapat sejumlah hal yang menjadi pencapaian utama atau target perwujudan IKN di tahun tersebut di antaranya pembangunan infrastruktur dasar yang utama seperti air dan energi untuk penduduk awal.

Kemudian, membangun sarana utama seperti Istana Kepresidenan, perkantoran dan perumahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Baca Juga: Kunjungi Arab Saudi, Menko Luhut Bertemu Pangeran Mohammed bin Salman Jajaki Investasi Pembangunan IKN Nusantara

Selanjutnya, pemindahan tahap awal juga dilakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk TNI-Polri.

Load More