Dia juga meminta kantor kejaksaan "untuk menjadi efektif dengan semua" kasus anggota geng yang diproses, dan menegaskan bahwa dia akan mengawasi "hakim yang mendukung penjahat."
Pengacara hak asasi manusia pemerintah Ricardo Martinez meminta warga untuk "tetap tenang" dan berkontribusi pada promosi "budaya damai" di negara itu.
Sebelumnya, pada bulan November tahun lalu, El Salvador mengalami lonjakan pembunuhan yang merenggut nyawa sekitar 45 orang dalam tiga hari.
Geng Mara Salvatrucha dan Barrio-18, antara lain, memiliki sekitar 70.000 anggota di El Salvador, menurut pihak berwenang, dan operasi mereka melibatkan pembunuhan, pemerasan, dan perdagangan narkoba.
Negara ini mencatat 1.140 pembunuhan pada tahun 2021 - rata-rata 18 kematian per 100.000 penduduk - lebih sedikit dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebanyak 1.341 pembunuhan.
Tahun 2021 merupakan angka terendah sejak akhir perang saudara pada tahun 1992, menurut data resmi.
Terpilih pada tahun 2019, Bukele mendapat dukungan luas di El Salvador atas janjinya untuk memerangi kejahatan terorganisir dan meningkatkan keamanan di negara yang dilanda kekerasan itu.
Sekutunya juga memegang mayoritas besar di Kongres negara itu - situasi yang tidak terlihat sejak kesepakatan damai pada tahun 1992 mengakhiri 12 tahun perang saudara berdarah.
Namun, Bukele telah lama dituduh memiliki kecenderungan otoriter. rap/hp (AP, AFP, EFE)
Baca Juga: Seorang Pemuda di Cikembar Sukabumi Luka Parah Usai Dibacok saat Nongkrong, Ulah Geng Motor?
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!