Suara.com - Presiden Joko Widodo bakal mengirimkan nama calon anggota dewan pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH ke DPR RI dalam waktu dekat. Calon anggota dewas BPKH tersebut bakal menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi VIII DPR RI.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh ketua panitia seleksi pemilihan calon anggota dan calon anggota dewan pengawas BPKH, Mardiasmo usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/4/2022).
Dalam pertemuan itu, Mardiasmo dan delapan anggota pansel lainnya menyerahkan 14 nama yang menjadi calon anggota badan pelaksana dan 10 orang calon anggota dewas BPKH periode 2022-2027.
Ia tidak menyebut kapan waktu tepatnya Jokowi akan menyerahkan daftar nama tersebut. Namun Mardiasmo memastikan kalau penyerahan nama dilakukan sebelum DPR RI memasuki masa reses.
"Dalam waktu dekat bapak presiden akan menyampaikan terutama anggota dewan pengawas ke DPR untuk dilakukan fit and proper di komisi VIII DPR RI," kata Mardiasmo dalam video yang diunggah YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Mardiasmo mengungkapkan isi pertemuannya dengan Jokowi. Jokowi dikatakannya menanyakan terkait proses seleksi yang telah dijalani oleh pansel.
"Jadi semua informasi sudah kita masukkan dan kita uji betul dari bersembilan melakukan penilaian semuanya dan kami semua memilih yang terbaik sesuai dengan ranking maupun sesuai dengan pembidangan," tuturnya.
Berita Terkait
-
Demi Beri Manfaat Konkret bagi Masyarakat, Task Force ESC B20 dan Kemenlu Tawarkan Kemitraan Proyek Transisi
-
Ikuti Instruksi Presiden Jokowi, Bima Arya Larang ASN Kota Bogor Bukber dan Open House
-
Sindir Presiden Jokowi yang Kini Sering Bagikan BLT, Politisi Partai Demokrat: Yang Dikutuk, Dihidupkan Lagi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!