Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan salat Idul Fitri di Jakarta International Stadium atau JIS. Momen itu diwarnai dengan haru saat Anies mendengar reaksi ibunya, Aliyah Rasyid yang ikut diboyongnya.
Melalui akun Instagramnya, Anies menceritakan sang ibu menangis saat melihat lautan manusia melaksanakan salat Id di JIS. Sang ibunda juga langsung mengungkapkan rasa harunya kepada Anies di momen Idul Fitri 1443 Hijriah.
"'Mamah terharu, Nies, Mamah terharu,' tiada putus Ibu ucapkan kalimat itu. Air matanya mengambang di mata. Terharu ketika turun dari mobil menyaksikan ada lautan manusia," tulis Anies seperti dikutip Suara.com, Selasa (3/5/2022).
"Ribuan berbaris rapi dalam deretan shaf yang tertib. Menghadap kiblat, memunggungi bangunan raksasa: Jakarta International Stadium," lanjutnya.
Anies mengungkap bagaimana sang ibu datang menuaikan ibadah salat dengan kursi roda. Terus mengucurkan air matanya, sang ibu kemudian memuluk Anies dan keluarganya satu per satu.
"Di kursi roda Ibu duduk, matanya berkaca-kaca, tidak berhenti mengucapkan syukur dan syukur. Tangannya menengadah, doa tiada putus. Kami dipeluk, satu per satu," ungkap Anies.
Anies tak memungkiri jika dirinya juga ikut bergetar di momen itu. Apalagi, JIS yang merupakan karya anak bangsa menjadi lokasi ribuan umat muslim datang bersujud menuaikan ibadah di hari raya.
"Memang menggetarkan. Saat bangunan mahakarya anak bangsa sendiri ini menjadi latar belakang ribuan yang bersujud di hadapan Yang Maha Kuasa," kata Anies.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga mengakui kedatangan ibunya merupakan salah satu momen membahagiakan di hidupnya.
Baca Juga: Tradisi Salaman Terpanjang di Pemalang Viral, Warganet: Lebaran yang Sesungguhnya
"Sebuah momen amat mengesankan. Kali pertama Ibu datang di tempat ini. Itulah momen paling membahagiakan ketika Ibu menemui dan menyaksikan yang dalam sujudnya selalu Ia doakan," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Tradisi Salaman Terpanjang di Pemalang Viral, Warganet: Lebaran yang Sesungguhnya
-
Penampakan Banjir Setinggi Lutut Orang Dewasa di Jalan Raya Kopo Bandung, Warganet Senggol Ridwan Kamil
-
Keluarga Anang dan Krisdayanti Berlebaran Bersama di Singapura
-
Bebas Bersyarat di Momen Hari Raya Idul Fitri, Ridho Roma Mohon Maaf
-
Arti Dan Maksud Ziarah Kubur Pada Lebaran Idul Fitri yang Menjadi Tradisi Masyarakat Lombok
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah