Suara.com - Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti soal harga pangan yang masih tinggi di ibu kota. Padahal, saat ini sudah lewat satu pekan sejak Hari Raya Idul Fitri.
Berdasarkan situs resmi harga pangan di Jakarta, infopangan.jakarta.go.id rata-rata harga daging sapi has masih Rp 153.333 per kilogram, daging sapi murni Rp149.209, dan daging kambing Rp141.875 per kilogram.
Selanjutnya, harga cabai merah keriting masih di kisaran Rp 46.068 per kilogram, dan cabai merah besar Rp 54.761 per kilogram.
Ketua Komisi B DPRD DKI, Ismail mengatakan pemanggilan dilakukan terhadap Dinas Ketahanan Pangan Kelautan Perikanan (DKPKP) DKI Jakarta dan BUMD terkait, PD Pasar Jaya, Food Station, dan PD Dharma Jaya.
“Kemarin dalam pembahasan persiapan ramadhan H+7 dari hari raya, kalau ada seperti ini kita lakukan pemanggilan konfirmasi masalahnya seperti apa,” ujar Ismail di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (10/5/2022).
Ismail mengatakan, pihaknya sudah sempat melakukan pemanggilan dan kunjungan langsung ke pasar untuk memastikan harga dan ketersediaan pangan sebelum lebaran. Saat itu, ia memastikan kondisinya aman.
“Memang ada beberapa harga yang fluktuasinya cukup dinamis ya, seperti cabai. Cabai merah keriting karena banyak faktor ya,” jelasnya.
Karena itu, seharusnya saat ini harga pangan sudah mulai normal setelah lebaran sudah lewat. Pihaknya akan melakukan pemanggilan untuk memastikan alasan dari harga pangan yang belum turun.
“Karena berdasarkan laporan rapat kerja maupun kunjungan kita hal tersebut belum terjadi,” pungkasnya.
Baca Juga: Hiruk Pikuk Aktivitas di Jakarta saat Hari Pertama Masuk Kerja
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik