Suara.com - Apakah ruangan-ruangan di Taj Mahal menyimpan rahasia?
Para hakim sebuah pengadilan tinggi di India tidak berpikir demikian.
Pada Kamis (12/05), mereka menolak petisi dari seorang anggota partai berkuasa Bharatiya Janaya Party (BJP), yang meminta lebih dari 20 ruangan yang dikunci secara permanen di Taj Mahal, dibuka untuk mengungkap sejarah yang sebenarnya dari bangunan tersebut.
Rajneesh Singh, pengaju petisi tersebut, berdalih dirinya ingin mengecek "klaim dari para ahli sejarah dan para umat" yang menyatakan di dalam ruangan-ruangan tersebut terdapat kuil Siwa, dewa dalam agama Hindu.
Taj Mahal adalah sebuah mausoleum (bangunan makam yang luas dan megah) tepi sungai abad ke-17 di Kota Agra yang dibangun Sultan Mughal, Shah Jahan, untuk mengenang ratunya, Mumtaz, yang mangkat ketika melahirkan anak mereka yang ke-14.
Monumen indah yang dibangun menggunakan batu bata, batu pasir merah, dan marmer putih yang terkenal dengan polanya yang rumit itu merupakan salah satu objek wisata terbesar di India.
Namun, sejarah itu tidak cukup membuat Singh terkesan. "Kita semua harus tahu apa yang ada di dalam ruangan-ruangan itu," kata dia, memohon di hadapan pengadilan.
Ruangan-ruangan terkunci yang disinggung Singh terdapat di ruang bawah tanah Taj Mahal. Dan berdasarkan catatan otoritas, tidak banyak yang terjadi di sana.
Baca juga:
Baca Juga: Melihat Keindahan Masjid Ramlie Musofa, Taj Mahal-nya Jakarta
- Suami membangun rumah replika Taj Mahal untuk istri, 'simbol cinta' di tengah merebaknya kasus intoleransi agama
- Muslim yang bukan penduduk Agra dilarang salat Jumat di Taj Mahal
- Sekelompok perempuan Muslim India berjuang hapus poligami yang mereka anggap 'menjijikan'
Ebba Koch, seorang pakar terkemuka arsitektur Mughal, sekaligus penulis studi magister tentang Taj, mengunjungi dan memotret ruangan-ruangan dan lorong-lorong monumen tersebut selama penelitiannya.
Ruangan-ruangan ini merupakan bagian dari sebuah tahkhana atau ruangan bawah tanah untuk musim panas. Sebuah galeri di teras monumen tepi sungai itu terdiri dari "serangkaian ruangan".
Koch menemukan 15 ruangan berderet di sepanjang tepi sungai dan bisa diakses melalui koridor sempit.
Ada tujuh ruangan yang lebih besar yang memiliki bagian ekstra di setiap sisi, enam ruangan berbentuk persegi, dan dua ruangan berbentuk segi delapan. Ruangan-ruangan besar sejak semula menghadap ke sungai, membentuk lengkungan yang indah.
Koch menyadari, pada ruangan-ruangan tersebut ada "jejak dekorasi yang dicat di bawah sapuan putih" - ada "pola jaring-jaring di antara lingkaran konsentris bintang dengan medali di tengahnya".
"Itu pasti ruangan sejuk yang indah, yang menjadi tempat rekreasi ketika kaisar, para selir, dan rombongannya mengunjungi makam. Sekarang, ruangan itu tidak terjangkau cahaya alami," ujar Koch, yang merupakan profesor Seni Asia di Universitas Wina, Austria.
Galeri bawah tanah seperti itu kerap ditemukan pada arsitektur Mughal. Di sebuah benteng Mughal di kota Lahore, Pakistan, ada serangkaian ruangan berkubah yang terletak di tepi sungai.
Shah Jahan kerap menyambangi Taj Mahal dengan menggunakan perahu melalui Sungai Yamuna. Dia berlabuh di tangga lebar, atau yang dikenal di India sebagai ghats, kemudian memasuki monumen itu.
"Saya ingat ada koridor yang dicat indah ketika saya mengunjungi tempat itu. Saya ingat koridor itu menuju ke ruangan yang lebih besar. Jelas itu adalah lorong sultan," kata Amita Baig, seorang konservator India yang mengunjungi tempat itu sekitar 20 tahun lalu.
Dibesarkan di Agra, Rana Safvi selaku seorang sejarawan yang berbasis di Delhi ingat bahwa ruang bawah tanah di Taj Mahal terbuka untuk pengunjung sampai banjir pada 1978 menerjang.
"Air memasuki monumen, beberapa ruang bawah tanah menjadi berlumpur dan ada beberapa retakan. Setelahnya, pihak berwenang menutup ruangan-ruangan itu untuk publik. Tidak ada apa-apa di dalamnya," kata dia.
Ruangan-ruangan itu dibuka dari waktu ke waktu untuk direstorasi.
Baca juga:
- Istri tewas dipukuli suami karena masakan kebanyakan garam, KDRT di India jadi sorotan
- Mengapa ibu-ibu rumah tangga di India bunuh diri setiap 25 menit
- 'Saya hanya membela hak saya': Perempuan Muslim India terdepan yang melawan larangan berjilbab di sekolah
Taj memiliki mitos dan legenda tersendiri.
Di antaranya, rencana Shah Jahan untuk membangun "Taj hitam" di seberang monumen ini; serta Taj Mahal dibangun oleh seorang arsitek Eropa.
Beberapa cendekiawan Barat mengatakan monumen itu tidak mungkin dibangun untuk seorang perempuan, mengingat posisi perempuan yang lebih rendah dalam tatanan masyarakat Muslim.
Anggapan itu dengan mudah mengesampingkan makam-makam lain untuk perempuan di dunia Islam. Di dalam monumen, pemandu yang antusias bercerita kepada pengunjung tentang bagaimana Shah Jahan membunuh arsitek dan para pekerja setelah pembangunan selesai.
Di India, ada mitos yang terus-menerus dipercaya, bahwa Taj awalnya adalah kuil Hindu, yang didedikasikan untuk Siwa. Setelah Suraj Mal, seorang raja Hindu, menaklukkan Agra pada 1761, seorang pemuka agama khusus istana disebut-sebut memberikan saran untuk mengubah Taj menjadi sebuah kuil.
PN Oak, yang mendirikan sebuah lembaga untuk menulis ulang sejarah India pada 1964, mengatakan dalam sebuah buku bahwa Taj Mahal memang sebuah kuil Siwa.
Pada 2017, Sangeet Som, seorang pemimpin BJP, menyebut Taj Mahal "menodai" budaya India karena telah "dibangun oleh pengkhianat".
Pekan ini, Diya Kumari, seorang anggota parlemen BJP, mengatakan Shah Jahan telah "merebut tanah" yang dimiliki oleh keluarga kerajaan Hindu dan membangun monumen tersebut.
Teori-teori ini, kata Safvi, digencarkan kembali oleh kaum sayap kanan dalam dekade terakhir ini.
"Sayap kanan dijejali berita palsu, sejarah palsu, dan rasa kehilangan dan korban Hindu," katanya.
Atau seperti yang dicatat Koch, "Tampaknya ada lebih banyak fiksi tentang Taj daripada penelitian ilmiah yang serius."
Berita Terkait
-
Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!
-
Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha
-
Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu
-
Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat
-
'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah
-
PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?
-
Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan
-
Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk
-
AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan
-
10 Serangan dalam 30 Menit! Rudal-rudal Israel Tewaskan 11 Warga Lebanon
-
Tabungan Nikah Rp83 Juta Ludes! Pemilik WO Jaktim Diburu Polisi Usai Tipu Calon Manten
-
KRL Tangerang Lumpuh Sore Ini: Kereta Mogok di Tengah Jalur, Penumpang Terjebak