Epidemiolog Minta Nama Vaksin Nusantara Diganti, Begini Alasannya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 20:29 WIB
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. [Antara]

Namun, ia mengemukakan akan menjadi tantangan ke depan adalah mahalnya biaya pengembangan, seperti tuntutan SDM serta aspek lainnya.

"Kalau bicara strategi kesehatan masyarakat, jadi sulit. Karena harus mudah, murah dan cepat juga, selain efektif," katanya.

Ia juga menambahkan, vaksin berbasis sel dendritik merupakan inovasi yang layak untuk terus dikembangkan.

"Sebagaimana dari sejak awal saya sampaikan, potensinya memang ada, karena review sebelumnya itu juga mengatakan itu," katanya. (Antara)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com