"Coba lihat Pak Jokowi. Saya suka nangis lho, beliau itu sampai kurus. Kurus kenapa? Mikir kita, mikir rakyat. Masa masih ada yang mengatakan Jokowi kodoklah," katanya, dikutip dari siaran pers, Rabu (18/8/2021).
Menurutnya, kritik tersebut perlu disampaikan secara solutif. Ia berkata, pihak-pihak yang mengatakan hal tersebut sebaiknya bertemu langsung dengan Jokowi. Bukan malah menghina dari belakang.
4. Sindir Orang yang Cari Untung di Tengah Pandemi
Megawati juga kerap menyindir orang-orang tertentu yang mencari untung di tengah pandemi. Ia menyebut mereka mencoba memperkeruh suasana dengan politik. Meski begitu, ia tak mengatakan secara detail siapa yang dimaksud dan mengaku hanya heran.
"Ada juga suatu kelompok kepentingan yang bertindak bagaikan benalu yang menginduk pada inangnya atas nama pandemi, mereka masih mencari keuntungan materi," ungkapnya pada HUT PDI-P ke-49.
5. Sebut Jakarta Berantakan
Megawati juga pernah menyindir pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan menyebut kondisi ibu kota sangat berantakan. Pernyataan ini ia sampaikan saat menerima penghargaan dari Universitas Negeri Jakarta, Selasa (10/11/2020) lalu.
"Saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul. Karena apa, ini tadi seharusnya city of intellect ini dapat dilakukan tata kotanya, masterplan-nya, dan lain sebagainya," kata Megawati.
6. Mengaku Sering Diejek
Baca Juga: Tukang Bakso Disentil Megawati Saat Rakernas PDIP, PAPMISO Sebut Wajar Bila Anggota Tersinggung
Pada penerimaan penghargaan dari UNJ, Megawati pun mengaku sering menerima ejekan atas sikap dan pendapatnya. Meski begitu, ia mengaku tidak terlalu peduli.
"Karena saya punya tujuan, semua bagi bangsa dan negara, bahwa negara ini harus maju. Lebih maju daripada negara-negara lain. Apakah bisa atau tidak bisa, saya bilang sangat bisa," katanya.
7. Enggan Punya Mantu Tukang Bakso
Baru-baru ini tersebar video pendek yang berisi pidato Megawati Soekarnoputri di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan yang berlangsung pada Senin (21/6/2022).
Megawati dalam pidatonya menyampaikan kriteria calon mantu kepada para peserta Rakernas, yang juga dihadiri langsung oleh Jokowi.
Dalam video yang beredar di media sosial itu, ia mewanti-wanti kepada ketiga anaknya yang juga hadir dalam Rakernas untuk tidak mencari pasangan yang berperawakan seperti tukang bakso.
"Jadi ketika saya mau punya mantu, saya bilang ke anak saya tiga ini. Awas loh kalau nyarinya yang kayak tukang bakso," ujar Megawati disambut tawa peserta acara.
Pernyataannya ini dianggap menghina profesi tukang bakso sehingga membuat Megawati kembali mendapat kecaman dari warganet serta beberapa tokoh publik.
8. Disebut Rasis
Dalam acara yang sama, Megawati juga dianggap rasis. Tepatnya dengan ucapan kopi susu yang diduga merujuk pada warna kulit orang Papua yang lebih hitam.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, ucapan tersebut tetap menuai kecaman. Apalagi ucapan itu diikuti dengan pernyataan bahwa orang Papua hitam-hitam.
Dalam konteks pernyataannya, Megawati lalu menghubungkan kopi susu itu dengan Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo yang berasal dari Papua dan berkulit hitam.
Itulah sederet pernyataan Megawati dalam beberapa waktu yang dianggap blunder, mulai dari masalah minyak goreng hingga menyinggung Papua dan tukang bakso.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Tukang Bakso Disentil Megawati Saat Rakernas PDIP, PAPMISO Sebut Wajar Bila Anggota Tersinggung
-
Megawati soal Capres PDIP: Pemimpin yang Saya Cari Tak Hanya Mengandalkan Elektoral Semata
-
Terpopuler: Yenny Wahid Balas Sindiran Cak Imin, Megawati soal Capres PDIP
-
Terpopuler: Penampakan Rumah Tertimbun Lumpur di Leuwiliang, Buntut Pidato Megawati Soal Tukang Bakso
-
Terpopuler: Media Ceko Ulas Keburukan Pemain Anyar Persija, Viral Tentara Dikeroyok Anggota Ormas di Bekasi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ekspor Mineral RI Sempat Mandek! Istana Kini Bergerak, Aturan Logam Tanah Jarang Segera Terbit
-
Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris
-
Dukungan Indonesia Cs Gak Ngaruh! Gianni Infantino Diminta Mundur atau Dilengserkan
-
Isuzu Traga Disulap Menjadi Mobile Beauty Salon di Pameran GIIAS 2026
-
Mahfud MD Klarifikasi Video Viral 'Reformasi Jilid 2' di Agustus Ini, Ini Fakta di Baliknya
-
BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026
-
Berlatar London Abad ke-19, Film ke-46 Doraemon Tayang Musim Semi 2027
-
Siapkah Indonesia Terapkan E-Voting di Pemilu 2029? Ini Syarat Mutlak dari Komisi II DPR RI
-
Sayembara Tangkap Begal Disorot, Kini Dedi Mulyadi Ajak Warga Buru Penjual Tramadol
-
Ekspor Komoditas Mengandung Logam Tanah Jarang Diizinkan Kembali, Aturan Masih Disusun