Suara.com - Jelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, masih banyak yang bertanya-tanya, Idul Adha 2022 tanggal berapa? Perlu dipahami, bahwa Lebaran atau Hari Raya Idul Adha ditetapkan berdasarkan hasil sidang isbat Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag).
Keputusan itu berdasarkan pantau hilal di 86 titik seluruh wilayah Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan rapat sidang isbat. Proses pengamatan hilal menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam sidang isbat awal Dzulhijjah, di mana sidang isbat diawali dengan pemaparan posisi hilal oleh anggota tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag, Thomas Djamaluddin yang digelar di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag.
Pihak yang hadir yaitu Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi, perwakilan Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Duta Besar negara sahabat.
Hadir pula perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Lembaga dan instansi terkait, Pimpinan Ormas Islam, serta Pondok Pesantren. Nah, hasil sidang isbat itulah yang kemudian menentukan Idul Adha 2022 tanggal berapa.
Idul Adha 2022 Tanggal Berapa?
Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar 29 Juni lalu, Kemenag telah menetapkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1443 Hijriyah jatuh pada hari Jumat (1/7/2022). Jika dihitung, maka Lebaran atau Hari Raya Idul Adha 1443 H jatuh pada hari Minggu, 10 Juli 2022.
Senada dengan pemerintah, PBNU juga mengumumkan bahwa Idul Adha 2022 jatuh pada hari Minggu, 10 Juli 2022. Hal itu didasarkan pada laporan Lembaga Falakiyah PBNU, di mana seluruh lokasi tidak berhasil melihat hilal. Penetapan itu juga melalui pertimbangan umur bulan Dzulda’dah 1443 H adalah 30 hari (istikmal).
Sedangkan penetapan Idul Adha 2022 menurut versi Muhammadiyah berbeda. Ormas Islam terbesar ini melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022, telah menetapkan, bahwa 1 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada hari Kamis, 30 Juni 2022 M.
Lalu hari Arafah (9 Dzulhijjah 1443 H) hari Jumat, 8 Juli 2022 M, dan Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah 1443 H) jatuh pada hari Sabtu, 9 Juli 2022 M. Artinya, warga Muhammadiyah akan merayakan Idul Adha 2022 lebih cepat sehari dari pada lainnya.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Shohibul Qurban dan Kriteria Hewan Kurban Idul Adha
Idul Adha 2022 di Arab Saudi
Serupa dengan Muhammadiyah, Pemerintah Arab Saudi juga menetapkan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada hari Sabtu, 9 Juli 2022.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama, Adib menjelaskan terkait perbedaan waktu tersebut. Penyebab perbedaan waktu adalah karena letak Arab Saudi yang condong ke barat dari Indonesia.
"Waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam, sehingga hilal justru mungkin terlihat di Arab Saudi," terang Adib sebagaimana dilansir dari situs resmi Kemenag.
Semakin ke arah barat dan bertambahnya waktu, maka posisi hilal juga akan semakin tinggi dan mudah dilihat. Mengingat Arab Saudi secara geografis terletak di sebelah barat Indonesia, maka di tanggal yang sama posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi.
"Jadi kurang tepat jika memahami karena Indonesia lebih cepat 4 jam dari Arab Saudi, maka Indonesia mestinya melaksanakan hari raya Idul Adha 1443 H juga lebih awal. Jelas pemahaman ini kurang tepat," jelas Adib.
Itulah informasi mengenai Idul Adha 2022 tanggal berapa yang perlu diketahui. Sekarang sudah tahu kan, Hari Raya Idul Adha 2022 tanggal berapa?
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan