Suara.com - Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menyoroti lambatnya penanganan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan Moch Subchi Al Tsani alias MSAT terhadap santriwati Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Menurutnya, hal ini yang akhirnya berdampak terhadap permasalahan sosial hingga politik.
Bambang menyebut pihak kepolisian tidak hanya membutuhkan ketepatan dalam menangani kasus ini. Melainkan juga memerlukan kecepatan.
"Problemnya untuk tepat itu tidak mudah apalagi dalam kasus Jombang ini alat bukti dan saksi-saksi tidak cukup," kata Bambang kepada suara.com, Kamis (7/7/2022).
Di sisi lain, kata Bambang, pengembalian berkas perkara dari pihak Kejaksaan ke pihak kepolisian yang terjadi berkali-kali juga dapat diartikan adanya permasalahan dalam proses pembuktian dan kelengkapan saksi-saksi dalam kasus ini.
Semestinya, jika memang pihak kepolisian tidak menemukan bukti yang kuat, Bambang berpendapat harusnya berani menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 atas nama keadilan.
"Tetapi faktanya tidak demikian, dan Polri adalah salah satu pelaksana eksistensi hukum negara. Warga negara harus tunduk pada negara terlepas benar atau salah," kata dia.
"Akibat ketidak cermatan dan ketidak cepatan polisi dalam penegakan hukum kali ini mengakibatkan kerugian pada salah satu warga. Ini yang mungkin dirasakan tersangka MSAT dan pendukungnya, meskipun ini hanya fakta-fakta sosial," imbuhnya.
Kendati begitu, Bambang mengatakan bahwa fakta-fakta hukum yang disajikan oleh pihak kepolisian untuk menjerat tersangka semestinya tetap dibantah dengan fakta-fakta hukum yang bisa disampaikan oleh tersangka di pengadilan.
Baca Juga: Jemput Paksa DPO Pencabulan, Kiai Muhtar Jombang Janji Serahkan Putranya ke Polda Jatim
"Hanya saja masyarakat kita ini kan masih phobia bila berurusan dengan polisi, seolah seseorang yang sudah dijadikan tersangka itu pasti salah. Padahal tidak sedemikian rupa, karena yang menentukan seseorang bersalah atau tidak itu ada pada putusan hakim di pengadilan," jelasnya.
Atas apa yang telah terjadi, Bambang menilai pihak kepolisian mesti melakukan evakuasi terkait mekanisme penggunaan pendekatan pendekatan persuasif terhadap tersangka.
"Yang harus jadi bahan evaluasj kepolisian kenapa tidak bisa melakukan tindakan persuasif pada tersangka selain ketepatan dan kecepatan, adalah membangun persepsi pada publik bahwa polisi tidak melakukan kriminalisasi pada orang yang tak bersalah. Karena bila persepsi kriminalisasi ini semakin besar, ke depan yang muncul adalah pembangkangan-pembangkangan," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kasat Reskrim Polres Jombang Disiram Kopi Panas saat Upaya Penangkapan Bechi DPO Kasus Pencabulan
-
Kasus Anak Kiai Jombang Dinilai Melecehkan Wibawa Penegak Hukum
-
Jemput Paksa DPO Pencabulan, Kiai Muhtar Jombang Janji Serahkan Putranya ke Polda Jatim
-
Sosok Mas Bechi, Anak Kiai Tersangka Pencabulan Santriwati yang Pernah Dibela Musisi Indra BIP
-
DPR Minta Kemenag Evaluasi dan Bekukan Izin Ponpes Shiddiqiyyah Gegara Lindungi Anak Kiai Pelaku Pelecehan Seksual
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate