Suara.com - Bukan cuma mengangkut penumpang, mobil sejatinya juga didesain untuk membawa barang-barang dengan muatan tertentu. Namun apa jadinya jika muatan yang dibawa sangat berlebihan sampai membahayakan penumpang mobil itu sendiri?
Hal yang terlihat di video unggahan akun Instagram @makassar_iinfo inilah yang membuat warganet ikut ketar-ketir. Bagaimana tidak? Pasalnya sejumlah besar kardus dan barang lain yang dibungkus plastik berusaha diangkut sekaligus oleh mobil tersebut.
Tampak jelas bagasi mobil yang tidak bisa ditutup akibat terlalu banyaknya muatan yang dibawa. Bukan hanya itu, barang yang diikat di atap mobil juga sangat banyak dan beragam.
Kardus-kardus entah berisi apa sampai sofa pun ikut diikat di atap mobil tersebut, membuat situasi semakin mengerikan dan seolah kapan saja bisa remuk ditimpa muatan berlebihan yang dibawa.
Bahkan yang lebih mengerikan, warganet berbondong-bondong mencemaskan kaca depan mobil yang terlihat seperti retak diduga akibat banyaknya muatan yang dibawa kendaraan putih tersebut.
"Sekarang bukan soalnya nyali, tapi nyawa dan keselamatan penumpang lebih berarti," tulis @makassar_iinfo di kolom caption, seperti dikutip Suara.com pada Jumat (8/7/2022).
Pasalnya mobil itu juga terlihat dipenuhi oleh banyak penumpang di dalamnya. Sekilas terlihat baris tengah dan belakang yang masing-masing dipenuhi 3 orang, lalu ada satu orang lagi di depan, sementara kursi sopir masih kosong.
Publik yang menyaksikan video ini dibuat ikut bergidik ngeri, cemas jika sewaktu-waktu kendaraan tersebut tak kuat membawa beban muatan hingga akhirnya malah membahayakan penumpangnya sendiri.
"Keknya sampai kaca depannya retak," kata warganet.
Baca Juga: Viral Video Pria Tempelkan Pipi ke Mulut Buaya: Sok Akrab, Tar Kalo Palanya Ilang Ngambek
"Terlalu rakus ini sopirnya," ujar warganet.
"Mau pindah rumah ibunya," celetuk warganet, lantaran terlihat sebuah sofa ikut diikat di atap mobil tersebut.
"Ngeriii," komentar warganet.
"Baru kalo kenapa-kenapa di jalan, 'liat ini resiko seorang driver HAHAHA'," timpal yang lainnya.
Sementara beberapa warganet lain menilai barang-barang tersebut seharusnya dikirim via ekspedisi saja ketimbang sampai membahayakan nyawa para penumpangnya. Untuk video selengkapnya dapat disaksikan di sini.
Bahaya Membawa Barang di Atap Mobil
Meski pemandangan mengikatkan barang di atas mobil kerap ditemui terutama ketika memasuki musim liburan panjang, namun menurut Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan, hal ini sangat membahayakan. Apalagi jika barang-barang itu kemudian hanya ditutup dengan terpal secara sembarangan.
"Sebenarnya tidak disarankan ya, karena itu membahayakan," ungkap Marcell. Ia lantas membeberkan beberapa risiko, seperi perubahan keseimbangan mobil.
"Kedua, drag force akan meningkat sehingga konsumsi bahan bahar kendaraan juga akan lebih boros," sambungnya. Sementara risiko terakhir adalah kemungkinan barang bawaan jatuh dan mencelakai pengguna jalan lain.
Berita Terkait
-
Penampakan Shortcut Canggu Dulu Dan Kini, Pemandangan Sawah di Sekeliling Mulai Hilang
-
Bapak-bapaknya Tanding Sepak Bola Malah Emak-emaknya Tawuran sampai TNI Turun Tangan, Videonya Viral
-
Heboh Soal Draf Rancangan Hukum Pidana Pelaku Santet, Publik: Ini Negara atau Tempat Denda?
-
Ingin Membeli Mobkas? Biar Aman, Sebaiknya Pilih yang Bergaransi
-
Viral Kisah Seorang Ayah yang Berusaha agar Bisa Belikan Kue Ultah untuk Anaknya, Bikin Nangis!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi